Kominfonews (11/10). Provinsi Bengkulu menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional ke V 2017. Olahraga non prestasi ini bakal menampilkan beberapa permainan tradisional yang sudah sedikit terlupakan anak-anak zaman modern.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Rohidin Mersyah mengatakan, Olahraga Tradisional bukan hanya olahraga dalam bentuk fisik namun turut memberikan pesan moral akan keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Selain itu, keempatnya menampilkan kebersamaan antar atlet yang bertanding.

“Ajang ini bukan sekedar olahraga, namun keberagaman budaya turut diperlihatkan. Dari empat cabang lomba yang dipertandingkan ini bukan sekedar hiburan semata, namun keempatnya menuntut kita untuk sadar akan nilai kebersamaan,” tuturnya saat membuka Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional ke-5 tahun 2017 di Sport center Bengkulu, selasa(10/10).

Rohidin menambahkan, Selamat Bertanding untuk para kontingen semoga dapat memberikan hasil terbaik bagi daerah masing-masing. Selain itu, menurutnya kesempatan Bengkulu menjadi tuan rumah juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi wisata daerah unggulan Bengkulu, seperti Pantai Panjang, Benteng Marlborough, Rumah Bung Karno dan masih banyak lagi.

“Semoga kontingen dari setiap provinsi dapat memberikan kemampuan terbaiknya pada ajang ini, Selamat bertanding. Setelah selesai bertanding nanti, coba sempatkan untuk keliling Bengkulu untuk menikmati wisata sejarahnya apalagi Bengkulu sedang berbenah menyongsong Wonderful Bengkulu 2020,” pungkas Rohidin diikuti pemukulan Dol sebagai tanda dimulainya POT 2017 di Bengkulu.

Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Bambang Laksono menyampaikan Alasan digelarnya Pekan Olahraga Tradisional (POT) untuk mengembangkan sekaligus melestarikan permainan tradisional.

“Olahraga tradisional perlu kita kembangkan dan dilestarikan bersama. Jangan sampai olahraga tradisional Indonesia ini punah,” ujarnya.

Menurutnya, event olahraga tradisional yang dilaksanakan setiap tiga tahun ini dijadikan sebagai sarana penyempurnaan aturan dalam permainan tradisional sebelum ditingkatkan menjadi olahraga prestasi.

“Dalam permainan tradisional belum ada aturan baku, para peserta diharapkan dapat memberi masukan sehingga aturan dalam permainan ini dapat lebih baik sebelum ditingkatkan menjadi olahraga prestasi,” tutup Bambang.

Sebanyak 20 provinsi bakal berlaga di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu, dan akan mengikuti Beberapa Olahraga permainan tradisional antara lain, Terompah Panjang, Eggrang, Hadang, dan Sumpitan serta tambahan Kompetisi Surfing yang diikuti 7 provinsi di antaranya Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Lampung dan Bengkulu. (Dimas-Media Center Pemprov Bengkulu).