Pariwisata, Seni Musik

Dol

DOL-slide-01

Salah satu dari keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia adalah tradisi tabot yang terdapat pada suku Sipai di Kota Bengkulu. Tabot merupakan tradisi yang paling populer pada masyarakat Kota Bengkulu dan merupakan ciri khas dari masyarakat Bengkulu.

Tabot merupakan tradisi yang dilestarikan oleh suku Sipai sejak 3 abad yang lalu. Alat musik yang biasanya digunakan dalam upacara tabot adalah Dol dan Tessa yaitu alat musik khas daerah Bengkulu. Dol merupakan beduk dengan garis tengah sekitar 70-125 cm yang terbuat dari kayu yang tengahnya dilubangi dan ditutup dengan menggunakan kulit lembu yang dikeringkan, alat pemukulnya berdiameter 5 cm dan panjang 30 cm.

Dol dan tessa ini dimainkan kaum laki-laki dari suku Sipai yang berusia remaja dan dewasa, mereka dikelompokkan dalam grup musik tabot. Cara memainkan alat musik ini yaitu dipukul-pukul dengan alat pemukulnya yang terbuat dari kayu. Dol dan tessa ini ditampilkan pada acara menjara, arak penja, arak sorban, arak gendang (tabot besanding) dan tabot tebuang.

Tata cara pelaksanaan ritual tabot ini terdiri atas sembilan ritual yang dilakukan secara bertahap selama 10 hari, dimulai sejak malam tanggal 1 sampai siang hari pada tanggal 10 Muharam dan ada saat itu juga Dol dan Tessa dimainkan.

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *