Berita, Pariwisata, Sejarah, Seni Musik, Tari Tradisional

Mengenal Tabot Melalui Tarian

img-20161011-wa0000

Kominfonews (11/10) Festival Tabut 2016 penuh sesak oleh mengunjung, begitu juga di panggung utama yang membludak pengunjung  untuk menyaksikan lomba Tari Kreasi Tabut 2016 yang sedang berlangsung meriah. Lomba tari kreasi budaya Tabut ini mengangkat tema prosesi 1 Muharam sampai 10 Muharam, dimana 10 hari tersebut dilaksanakan upacara adat Tabot antara lain : Ambil Tanah, Duduk Penja, Meradai, Menjara, Arak Penja, Arak Serban, Gam, Arak Gedang, Tabot Besanding dan Tabot Tebuang.

Aroma budaya Tabot kental dalam setiap gerakan para penari yang mengikuti lomba tari kreasi tabot ini, terlebih dengan ornamen-ornamen serta alat musik yang merupakan ciri khas dari budaya Bengkulu seperti tugu Tabot dan alat musik Dol.

Menurut salah satu juri lomba Tari Kreasi Tabut 2016 yang berharap festival Tabut lebih maju dan memperkenalkan budaya Bengkulu dan Tabut ditingkat Nasional dan Internasional.

“Saya berharap Bengkulu Bengkulu bisa lebih maju dan lebih bagus terutama Event Festival Tabut, selain untuk menjaga budaya Bengkulu agar tetap lestari, melalui festival tari kreasi Tabut ini juga diharapkan dapat memperkenalkan budaya Bengkulu ke taraf Nasional maupun Internasional. Terlebih Tabut menjadi salah satu dari 52 festival dalam rangka visit Bengkulu 2020,” ungkap Helma Marini salah seorang juri Lomba Tari Kreasi Tabot, Sabtu (9/10).

Peserta tari mengambil salah satu dari sepuluh prosesi Tabot tersebut sebagai tema kreasi. Lomba ini diikuti oleh 34 sanggar tari yang ada di Kota Bengkulu dan keluar sebagai juara pertama sanggar Cahaya Rembulan yang mengambil tema Tabot Besanding dengan perolehan nilai 1080.

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *