Berita

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Akibat Kesenjangan Gender

whatsapp-image-2016-12-31-at-12-18-51-pm

Kominfonews.(4/1) Wakil Gubernur Rohidin Mersyah mengatakan, Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu masih sangat tinggi, hal itulah yang paling terasa mengenai persoalan kesetaraan perempuan dengan laki-laki, apalagi kasus kekerasan tersebut mayoritas pada kekerasan seksual.

“Kasus Kekerasan seksual  pada perempuan dan anak masih sangat tinggi di Provinsi Bengkulu, ini sangat mengkhawatirkan. Kasus kekerasan padaa perempuan dan anak tersebut sangat berdampak buruk bagi nama Provinsi Bengkulu dan menjadi persoalan yang sedang di hadapi untuk segera di atasi.” kata Wagub Rohidin, saat usai menghadiri acara seminar Percepatan Pengarusutamaan Gender, yang dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Bengkulu, di salahsatu hotel Kota Bengkulu, pada Jumat (30/12).

“Kekerasan seksual  pada perempuan dan anak di akibatkan oleh faktor masih adanya ketidakadilan dan kesenjangan antara hak perempuan dan laki-laki, artinya kesetaraan gender itu belum optimal di perhatikan. Serta belum terakomoditirnya anggaran di SKPD yang menyentuh sepenuhnya hak bagi perempuan dan anak .Inilah yang mulai kita dorong, sehingga penganggaran tersebut dapat mengangkat harkat dan martabat perempuan,”terang Rohidin Mersyah.

Sehingga sangat penting adanya sosialisasi dan advokasi yang di lakukan, bagi pengambil keputusan, dengan nuansa penganggaran berbasisi gender dapat  mencapai target mengurangi kekerasan pada perempuan dan anak, serta mengoptimalkan peran perempuan dan laki-laki.

“Adanya kesetaraan gender, sehingga mampu menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,  diharapkan menuju titik optimal bagi kemajuan masyarakat,” demikian harap Rohidin.(gempo88)  

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *