Kominfonews – (28/3) Pertemuan mendengarkan penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah, di ruang rapat kenanga, lantai 2 gedung Pemerintah Daerah Bengkulu bersama anggota DPD RI, Eni Khairani, Senin(28/3).

Kekerasan terhadap anak menjadi fokus yang Harus kita perhatikan, “Bengkulu menjadi Provinsi yang masih tinggi dalam kasus kekerasan anak, semua stakeholder harus di rangkul, karena kasus kekerasan anak dan perempuan sangat tinggi dan harus segera ditindak tegas,” ungkap Eni Khairani.

Ia mengatakan, pencegahan itu sangat penting agar kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berkurang. Menurutnya, saat ini kekerasan rumah tangga maupun kekerasan seksual masih sering terjadi, termasuk pada anak.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dari 2011 hingga 2013, tercatat sebanyak 7.650 kasus kekerasan terhadap anak Indonesia dengan 30,1 persen dari jumlah itu atau sebanyak 2.132 berupa kasus kekerasan seksual. Berbagai bentuk pelecehan seksual, percobaan perkosaan, kekerasan dalam pacaran dan sebagainya yang dialami orang dewasa merupakan agenda persoalan yang menuntut segera diatasi. Pemerintah telah menerbitkan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU KDRT).

Sanksi pidana yang belum proporsional dinilainya belum memberikan efek jera maupun perlindungan bagi istri yang mengalami kekerasan. Ini juga berdampak negatif bagi perempuan yang menjalani kehidupan berumah tangga tanpa dicatat secara resmi.

“Pencegahan itu harus konkret, perlu koordinasi kementerian dan berbagai lembaga, penyumbang terbesar adalah media dan teknologi, langkah konkret bagaimana? Selain itu, pendidikan politik bagi perempuan penting untuk pencegahan,” ujar senator asal Bengkulu ini. (dim/more)