Kominfonews.(15/12) rendahya angka inflasi bengkulu merupakan tolak ukur kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, menekan angka inflasi yang terjadi di Bengkulu setahun terakhir menjadi target utama pihaknya di tahun 2017 mendatang. Diketahui, inflasi Bengkulu sampai akhir desember 2016 lebih dari 5 persen, sementara inflasi pangan berada pada angka 3,7 persen.

“Jadi angka-angka tersebut menggambarkan bahwa ekonomi Bengkulu cukup baik dan inflasinya cukup terkendali. Di tahun 2017 terget kami inflasi berada pada angka dibawah 5 persen,”jelas Kepala Perwakilan BI Bengkulu Endang Kurnia usai bertemu Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti didampingi Kabiro Ekonomi Provinsi Bengkulu Yuliswani, di ruang kerja gubernur Rabu siang (14/12).

Semakin rendahya angka inflasi di daerah menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bengkulu Endang Kurnia menjadi tolak ukur kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, menekan angka inflasi yang terjadi di Bengkulu setahun terakhir menjadi target utama pihaknya di tahun 2017 mendatang. Diketahui, inflasi Bengkulu sampai akhir desember 2016 lebih dari 5 persen, sementara inflasi pangan berada pada angka 3,7 persen.

“Jadi angka-angka tersebut menggambarkan bahwa ekonomi Bengkulu cukup baik dan inflasinya cukup terkendali. Di tahun 2017 terget kami inflasi berada pada angka dibawah 5 persen. Bank Indonesia perwakilan Bengkulu mendukung akan mendukung program unggulan Pemprov Bengkulu seperti di bidang agro-maritim dan pariwisata dengan membina kluster nelayan dan pembinaan klaster pariwisata seperti membina Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di bidang handycraft,”jelas Kepala Perwakilan BI Bengkulu Endang Kurnia usai bertemu Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti didampingi Kabiro Ekonomi Provinsi Bengkulu Yuliswani, di ruang kerja gubernur Rabu siang (14/12).

Selain menekan angka inflasi, lanjut Endang Kurnia, pihaknya juga akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Bengkulu melalui beberapa program yang telah disiapkan. Diantaranya optimalisasi program kredit lunak bagi para pelaku ekonomi mikro melalui bank konfensional yang ada di Provinsi Bengkulu dan mendorong tumbuhnya industri berskala besar seperti agro-bisnis peternakan dan budidaya udang.

“Dengan adanya industri agro-bisnis tersebut dan angka inflasi rendah, Bank Indonesia Bengkulu juga akan membantu pemerintah daerah mendatangkan investor. Dengan demikian, ekonomi masyarakat akan semakin tumbuh. Bantuan kami memang masih terbatas, karenanya kami pilih 1 atau 2 proyek yang potensial. Seperti halnya agro-maritim dan pariwisata,” tutup

Gubernur Bengkulu menyambut baik hal tersebut, Gubernur berharap adanya kontribusi maksimal dari BI Bengkulu bagi perekonomian masyarakat, salah satunya di sektor agro-bisnis peternakan sapi.

“Saya lihat itu pertama dari segi geografi, karena daerah penghasil daging dunia itu Selandi Baru, Australia kemudian India. Kalau ditarik garis lurus, ini langsung dekat dengan pelabuhan Pulai Baai, sehingga potensi daging sangat menjanjikan,” ungkap Gubernur Bengkulu RM.@rian-MC.