Kominfonews.(31/8)- Abrasi di muara Sungai Seluma, desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, makin mengganas. Akibatnya muara sungai naik hingga menggenangi 200 hektar lahan pertanian dan rumah masyarakat.

“Kalau melihat ini, kondisi sudah parah. Alam tidak mungkin kita lawan, dengan ganasnya alam ini, kita harus libatkan para ahli. Tentunya atas rekomendasi dari pemerintah pusat untuk datang ke sini mencarikan solusi tepat. Kita mamfaatkan kondisi ini menjadi lahan kesejahteraan bagi masyarakat” kata Gubernur Ridwan Mukti saat meninjau langsung lokasi abrasi di desa Pasar Seluma (28/8).

Ia menambahkan, dengan abrasi dan sedimentasi tinggi tidak mungkin diselesaikan dengan hanya dilakukan pengerukan. Karena bisa hanya akan menghabiskan anggaran negara saja. Sementara hal itu terus berulang kembali.

“Tentunya hal ini tidak dapat ditangani hanya oleh pemerintah daerah, seperti gubernur dan bupati sendiri. Tentunya hal ini juga harus dikomunikasikan terhadap pemerintah pusat,” ujar ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu terpilih.

Direncanakan tanggal 8 September 2016 Gubernur Bengkulu dijadwalkan bertemu dengan kedutaan Belanda untuk membicarakan banyak persoalan di Provinsi Bengkulu, salah satunya tentu persoalan abrasi. Kita tahu, Belanda mengusai banyak teknologi menangani abrasi di lepas pantai, seperti dam, dan banyak lagi. Diharapkan, dengan membangun kemitraan bersama Belanda dapat menyelesaiakn abrasi di bengkulu terutama di Seluma. Diketahui, abrasi sudah terjadi sejak tahun 2005. Puncaknya terjadi pada tahun 2016 ini. Tahun ini terparah karena dampaknya meluas hingga desa tetangga, yaitu desa Sukarami.@(AKS)