Kominfonews (30/3). Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, melakukan kesepakatan kerjasama (MOU), dalam peningkatan pendapatan potensi melalui pemberdayaan kemasyarakatan berkelanjutan, dengan penguatan kelembagaan ekonomi petani/peternak di Provinsi Bengkulu.

Kelembagaan yang dimaksud adalah  Badan Usaha Milik Petani/Peternak (BUMP), yang telah didirikan sejak beberapa tahun silam dan tersebar di 10 Provinsi di Indonesia. Kesepakatan kerjasama ini telah dilakukan pada tanggal 27 maret 2017 lalu.

Dijelaskan oleh Plt. Kepala Disnakeswan Provinsi Bengkulu, Majestika, dengan kerjasama ini, maka para petani/peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan), dapat memiliki suatu lembaga yang legalitas dan terpercaya dalam mengembangkan usaha mereka. Disamping itu juga, BUMP ini bertujuan  untuk menyelamatkan perekonomian petani/peternak di saat usaha mereka menurun.

“Artinya, kelompok tani tersebut akan dijadikan sebuah perusahaan yang bonafit, yang memiliki sertifikasi, sehingga apa yang diproduksi oleh mereka dapat berdaya saing, memiliki izin dan dipercaya oleh pembeli, baik di dalam maupun di luar negeri,” sebut Majestika, di Bengkulu, Kamis (30/3).

Selain itu, lanjutnya, di BUMP ini, akan diberikan pembinaan dan pelatihan terhadap Poktan, agar  lebih memaksimalkan usaha yang dilakukannya. Poktan juga akan diberikan pendampingan dan pengawasan.

Di lain pihak,  Sekretaris Nasional BUMP Edi Waluyo mengatakan, kedatangan mereka ke Provinsi Bengkulu ini guna memberikan peluang yang baik bagi Poktan dalam  mengembangkan usaha mereka. Poktan itu akan dijadikan suatu perusahaan yang sangat bermanfaat dalam menopang perekonomian mereka.

“Kooperate ini bukan hanya menyasar para petani dan peternak saja, namun semua sektor dapat ikut serta dalam BUMP ini, kita akan membentuk lembaga bagi petani/peternak yang lebih luas lagi,” sebutnya, saat berkunjung ke Bengkulu.

Lelaki yang berlatar belakang petani dan sekaligus pendiri dari BUMP ini menjelaskan, sebagai langkah pertama setelah dilakukan MOU tersebut, pihaknya akan melakukan survey ke beberapa lokasi Poktan yang ada di Priovinsi Bengkulu, guna mengetahui sejauh mana pemberdayaan Poktan, potensi SDA serta peraturan yang ada.

“Kita mau lihat sejauh mana potensi yang ada di Provinsi Bengkulu ini, begitu juga dengan regulasi yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur  Bengkulu, Rohidin Mersyah yang hadir saat mereka berkunjung ke salah satu lokasi peternakan sapi di kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, sangat mendukung upaya yang akan dilakukan tersebut.

Wagub Rohidin meminta agar dapat direalisaikan segera, mengingat potensi dan SDA di Provinsi Bengkulu yang melimpah, dan menurutnya, perlu kerjasama pihak swasta untuk mengembangkan dan memberdayakannya.

“Kalau bisa, dibentuk satu BUMP yang akan menjadi ikon di Provinsi Begkulu ini, sehingga diharapkan dapat menular ke Poktan lainnya,” tutur Wagub Rohidin.

Wagub Rohidin juga akan mengupayakan regulasi untuk BUMP tersebut dapat segera dibuat, minimal adanya Peraturan Gubernur (pergub) yang akan mengaturnya.

“Pemerintah Provinsi Bengkulu mensupport sepenuhnya. Untuk regulasinya, akan kita upayakan dengan segera, “ tandasnya.(gempo88)