Alam, Berita, Pariwisata

Dukung Infrastruktur Pulau Enggano, Kementerian ESDM Bangun 246 PLTS Berkapasitas 50 KW

plts

Pulau Enggano terletak di dalam wilayah administrasi Kabupaten Bengkulu Utara. Secara geografis terletak di Samudera Indonesia pada koordinat 102,05 – 102,25 Bujur Timur dan 5,17 – 5,31 Lintang Selatan.

Luas wilayah Pulau Enggano mencapai 400,6 km² dengan jumlah penduduk 3.354 jiwa yang tersebar di enam desa yaitu Desa Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kaana, dan Kahyapu.

Potensi unggulan yang dapat dikembangkan di Pulau Enggano adalah pertanian, perikanan, dan pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga percepatan pembangunan infrastruktur seperti ketenagalistrikan yang menunjang pengembangan potensi tersebut sangat diharapkan. Terlebih empat dari enam desa yang ada di Pulau ini  belum teraliri listrik.

Sesuai dengan Permen ESDM No 10 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Kegiatan Fisik Pemanfaatan Energi Baru dan Energi Terbarukan, Kementerien Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE) membangun pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) berdasarkan permohonan bantuan yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Pembangkit yang sudah dibangun kemudian diserahkan kepada Pemda untuk dikelola melalui Hibah Barang Milik Negara, sehingga tanggung jawab pemeliharaan pembangkit tersebut sudah menjadi kewenangan Pemda sepenuhnya,” bunyi siaran pers Biro KLIK Kementerian ESDM.

Menurut siaran pers itu, pada 2014, sudah dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat sebanyak 246 sambungan dengan total kapasitas 50 KW (kilowatt), di Desa Banjar Sari, Kecamatan Enggano. Sambungan ini berpotensi mengurangi Emisi CO2 per tahun sebanyak 64 Ton. Sementara, potensi penyerapan tenaga kerja dari proyek sambungan ini adalah 33 orang.

Selain itu, melalui Rencana Pembangunan Pulau Enggano secara Terpadu dan Terintegrasi, Pemerintah Bengkulu Utara mengusulkan pembangunan PLTS Terpusat melalui pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2016-2019.

Fokus pembangunan PLTS tersebut adalah empat desa yang belum teraliri listrik yaitu Malakoni, Apoho, Meok, dan Ka’ana dengan estimasi investasi sebesar Rp15 miliar. Diharapkan dengan tersedianya listrik di empat desa tersebut, akan mendukung aksesibilitas Pulau Enggano sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional,” pungkas siaran pers BLIK Kementerian ESDM. (ES/setkab.go.id)

Previous ArticleNext Article

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *