Bengkulu-Mengundang partisipasi aktif dan antusias masyarakat mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini menggelar pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih secara serentak di 171 daerah yang akan mengikuti Pilkada 2018. Di Provinsi Bengkulu pelaksanaan tahapan Pilkada ini digelar perdana oleh PPDP (Petugas Pemuktahiran Data Pemilih) KPU Kota Bengkulu beserta rombongan ke kediaman Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, jalan Sadang, Lingkar Barat Kota Bengkulu.

Pelaksanaan Coklit data pemilih Pilkada Walikota (Pilwakot) Bengkulu 2018 ke kediaman Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang dihadiri Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra, Ketua KPU Kota Bengkulu Darlinsyah dan beberapa perangkat Kecamatan Gading Cempaka ini, sempat menuai suasana unik dan menarik.

Hal ini terjadi lantaran saat dilaksanakan Coklit petugas PPDP menyatakan bahwa nama Rohidin Mersyah tidak terdaftar sebagai pemilih tetap pada Pilwakot Bengkulu. Mendengar penyampaian ini, suasana kunjungan mendadak ramai mendengar celetuk yang dilontarkan Plt Gubernur Rohidin Mersyah.

“Waduh saya tidak dapat nyoblos kalau begitu, masa dalam satu rumah beda datanya? Istri dan anak saya terdaftar sedangkan saya masa tidak,” ungkap Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dengan nada bercanda, saat Pelaksanaan Coklit PPDP KPU Kota Bengkulu di Kediamannya, Sabtu (20/01).

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Bengkulu Darlinsyah mengatakan, kejadian tersebut murni akibat adanya miss pendataan dan tidak ada unsur kesengajaan. Untuk itu, Coklit ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu.

“Maka itulah fungsi daripada Coklit itu. Ketika memenuhi syarat dan belum masuk didalam daftar mata pilih, maka kita masukkan di pemilih baru. Dasar kita adalah KTP dan KK maupun surat keterangan yang menyatakan sebagai penduduk Kota Bengkulu,” terang Darlinsyah.

Dari kejadian ini, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, adanya pelaksanaan Coklit ini sudah jelas sangat penting untuk menyusun basis data pemilih sementara yang selanjutnya menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Sehingga, seluruh warga Kota Bengkulu yang berhak mencoblos tidak terkecuali bisa menyalurkan hak suaranya.

“Saya kira Coklit ini akan menjawab itu, jangan sampai satu orang pun warga kota Bengkulu yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap pada akhirnya nanti,” jelasnya.

Lanjut Rohidin Mersyah, mendapatkan hasil maksimal terhadap pemuktahiran data pemilih ini, sudah seharusnya perlu peran aktif dari masyarakat selain dari pihak KPU selaku penyelenggara.

“Maka saya mengajak masyarakat, disamping penyelenggara Pilwakot yang harus aktif melaksanakan program sampai ke daftar pemilih tetap itu betul-betul valid dan mengakomodir semua warga, tapi kita sebagai pemilih juga harus pro aktif. Kita boleh kok bertanya, nanti lihat DPS yang ditempel ada tidak nama kita, kalau belum segera masukkan, kalau belum juga lapor ke Pak RT, RW setempat sampai ke Kelurahan. Itu hak kita,” tutup Rohidin Mersyah. (Rian-Media Center, Humas Pemprov Bengkulu).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + 16 =