Kominfonews.(11/8) Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mendukung undang-undang kelapa sawit yang selama ini Bengkulu merupakan daerah yang memiliki kebun kelapa sawit yang luas tetapi tidak banyak kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteran masyarakat Bengkulu.

“Saya mendukung adanya undang- undang kelapa sawit, karena selama ini perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di Provinsi Bengkulu hanya banyak merusak jalan dan infrastruktur yang berada di provinsi Bengkulu, tanpa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Bengkulu. Dulu saya sewaktu jadi bupati juga pernah mengusulkan peraturan mengenai sawit, ternyata para perusahan sawit ini meng-cut, sehingga sangat sulit menjadikan sebuah peraturan. Sehingga saya berharap undang-undang sawit ini bisa dibahas lagi di DPR RI,yang juga bisa memberikan kontribusi daerah terutama Bengkulu”harap Ridwan Mukti.

Perusahaan kelapa sawit saat ini banyak yang tidak memiliki kantor di Bengkulu.

“Selain itu banyak perusahaan kelapa sawit ini tidak memiliki kantor perusahaan yang berada di luar Bengkulu, sehingga tidak ada diterima Bengkulu terutama dari pajaknya, sehingga Bengkulu hanya mendapatkan konfliknya saja dan kerusakan infrastruktur karena perusahaan kelapa sawit menggunakan jalan publik masyarakat,”tegas Gubernur Ridwan Mukti.

Senada dengan Gubernur Bengkulu, ketua komisi II DPR RI mengungkapkan” Bengkulu juga memberikan insiprasi dan memperkuat kita DPR dalam pembahasan undang-undang tentang sawit, karena disini juga kejadian yang riil juga terjadi disini. Banyak Peraturan Daerah (Perda) yang dianggap tidak sesuai, anggapan tidak sesuai dan harusnya dibuat yang lebih tinggi, jangan sampai misalnya suatu daerah hanya mendapatkan hasil dari CPO nya atau tandan buah segarnya saja, tanpa lanjutanya, sehingga pajak pajak yang lain menjadi milik daerah lain. Harus ada sinergi bagaimana mengembangkannya, jangan sampai daerah itu miskin dan daerah lain yang mendapatakan keuntungan itu tidak sesuai dengan UU dasar negara kita pasal 33,”tutup ketua komisi II DPR RI Rambe Kamaru Zaman.@ct