Kominfonews (28/7). Dalam rangka HUT Koperasi yang ke-70, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DiskopUKM), menggelar Seminar Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, di Gedung Pola Provinsi Bengkulu, Kamis (27/7).

Seminar yang mengangkat tema “Membangun Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang Sehat dan Mandiri”, diikuti oleh ratusan pengurus Koperasi dan pelaku usaha yang ada di Provinsi Bengkulu, serta Dewan pengurus Koperasi dari Pusat dan Provinsi.

Kepala DiskopUKM Provinsi Bengkulu Yuliswani mengatakan, seminar ini ditujukan agar koperasi  dan UKM yang ada di Bengkulu ini dapat tumbuh dan aktif melaksanakan usahanya, serta mampu mengembangkan UKM yang mandiri.

“Kita harapkan Koperasi yang ada di Bengkulu ini dapat tumbuh dan berkembang, serta UKM dapat naik kelas, dari mikro menjadi besar” sebut Yuliswani.

Selain itu juga, sambungnya, dengan seminar ini  dapat memberikan pemikiran dan ide-ide yang berguna bagi perkembangan Koperasi dan UKM dalam usahanya, serta memberikan solusi bagi permasalahan yang terjadi.

Sebagai narasumbernya dihadirkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI , M.Saleh, pengusaha handal dari Jakarta, Adi Wicaksono, serta ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sujadmiko dan Budiono Ketua Koperasi berprestasi, dari Kabupaten Muko-Muko.

Anggota DPD RI M. Saleh berharap,  Koperasi dan UKM di Bengkulu ini tidak bergantung pada pemerintah saja, harus mampu untuk mandiri. Selain itu juga perlu kesadaran masyarakat untuk ikut menghidupkan koperasi itu.

“Jangan sampai koperasi tidak berkembang tapi koorperasi yang banyak tumbuh, harusnya masyarakat juga membantu mengembangkan koperasi kita, dengan berbelanja ke koperasi dan bukan ke koorperasi,” ujar M. Saleh.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan kata sambutannya melalui  Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan, dimana masih banyak Koperasi yang memiliki permasalahan seperti permodalan dan organisasi lainnya.

“Masih adanya anggapan negatif  dari masyarakat terhadap peran  dan fungsi Koperasi, semua itu merupakan tantangan yang harus kita hadapi untuk mewujudkan Koperasi yang sesuai dengan amanat UUD 1945,” sebut Ricky, membacakan kata sambutan Plt Gubernur Bengkulu, yang sekaligus membuka secara resmi acara Seminar tersebut.

Disamping sebagai salah satu kekuatan dalam mendorong pembangunan nasional, lanjut Ricky, Koperasi dan UKM adalah sarana vital untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan dan lapangan kerja.

“Namun perlu kita perhatiakn bersama, adanya pengakuan terhadap peran UKM yang demikian kuat, tidak berbanding lurus dengan  kepedulian utuk mrengangkat UKM ke jenjang lebih tinggi,” kata Ricky.

Dalam konteks inilah, Ricky melanjutkan, pemerintah mengajak semua elemen bersinergi menumbuhkembangkan UKM.

“Karena pada situasi ekonomi saat ini, sulit untuk menarik investor, kecuali dengan jalan alternatif, pengembangan UKM, sehingga menggerakan sektor Riil. UKM umumnya memiliki keterkaitan dengan industri,” ujar Ricky. (Saipul-Media Center Pemprov)