Kominfonews (4/5). Untuk menjaga kesetabilan harga dan ketersediaan sembako menjelang bulan Ramdhan dan Hari Raya Idul Fitri, Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam hal ini Kapolri Jenderal. Pol. Tito Karnavian melaksanakan video conference dengan Polda dan pemerintah daerah Se-Indonesia.

Video conference yang melibatkan Menteri Pertanian  Amran Sulaiman, menteri perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Dalam Negri Tjahjo Kumolo, Direktur Utama Perum Bulog  Djarot Kusumayakti, dan Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha Syarkawi Rauf, berjalan lancar. Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan dinas terkait turut mengikuti video conference dari Aula Rupa Tama Polda Bengkulu.

“Ini merupakan perintah Bapak Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas beberapa waktu lalu untuk berkoordinasi jelang Ramadan dan Lebaran mendatang. Beliau ingin terjadi stabilitas harga sembako,” kata Tito

Dalam conference ini, Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan menjamin ketersediaan stok dan stabilitas harga sembako selama bulan ramadhan dan idul fitri.

“Tidak ada alasan kenaikan harga menjelang ramadhan karna stok kita cukup” ujar Mentri Pertanian Amran Sulaiman.

Amran menjelaskan, saat ini stok gula di bulog mencapai 2,2 juta ton, daging sapi 40ribu ton, sementara produksi beras nasional meningkat 6 persen dan lebih dari satu tahun terakhir tidak ada gejolak harga.

Dalam kesempatan ini, Mentan juga mengapresiasi polri yang telah membantu, diantaranya dengan mengatasi katel cabai, beras, pupuk dan pestisida oplosan sehingga menstabilkan harga sembako.

Menjaga agar tidak menjadi ajang spekulasi, Kementerian Perdagangan menetapkan, harga eceren tertinggi untuk beberapa komoditas seperti gula dan minyak goreng. Harga eceran tertinggi untuk gula dijual seharga 12.500 rupiah perkilo.

Sementara itu, Bulog akan melakukan operasi pasar dan menjual gula curah seharga 11.200 rupiah perkilo, sedangkan gula dengan kemasan sederhana dijual 11.900 rupiah perkilo. Untuk minyak goreng curah dijual Bulog seharga 10.500 rupiah perkilo, sedangkan minyak goreng dengan kemasan sederhana dijual 11.000 rupiah perkilo.

Menindak lanjuti rapat koordinasi ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, akan  membuat surat edaran ke kabupaten dan kota untuk menyamakan sikap dan langkah dalam rangka mengamankan stok dan kestabilatan sembako harga sembako di Provinsi Bengkulu.

“Kita akan membuat surat edaran seluruh kabupaten kota, bagaimana menyikapi keseragaman sikap keseragaman langkah dalam rangka mengamankan stok. Tidak ada gejolak harga disparitas harga sehingga masyarakat dalam menghadapi ramadhan dan lebaran ini harga tetap terjangkau” kata Lierwan

Untuk menekan para spekulan, dijelaskan Lierwan, Disperindag dan instansi terkait juga  akan melakukan operasi pasar di 20 titik yang dimulai H-14 ramadhan.

Kapolri menginstrusikan jajarannya untuk mengamankan operasi pasar yang  akan dilakukan instansi terkait, jangan sampai mendapatkan mendapatkan ancaman fisik maupun psikis dari para oknum yang tidak suka adanya upaya stabilitas harga sembako. (Fredy- Media Center Pemprov)