Kominfonews – (25/6) Pelantikan KAHMI wilayah bengkulu dilaksanakan di Balai Raya Semarak Bengkulu. Hadir dalam pelantiakan KAHMI dan Prof. Mahfud MD, Akbar Tanjung, Gubernur Bengkulu Dr. H. Ridwan Mukti. Dalam pelantikan majelis KAHMI wilayah Provinsi Bengkulu periode 2016-2021 dengan tema “Integritas KAHMI Sebuah Keniscayaan”. Selain it juga dilaksanakan launching buku KAHMI Bengkulu, dengan judul Goresan Tinta Pelangi KAHMI Bengkulu.

Dalam musyawarah KAHMI sudah banyak agenda yang dilaksanakan, seperti lokakarya, jalan sehat, dalam jalan sehat juga ada periksa gigi gratis dan dalam Musyawarah KAHMI sudah terpilih 5 presidium KAHMI yang nantinya akan dilantik OLEH ketua koordiator Majelis Nasional KAHMI Mahfud MD.

Pada sambutan Presidium Demisioner Majelis KAHMI wilayah Provinsi Bengkulu Kahiril, “Lima tahun melajalankan amanah berakhir dengan husnul khotimah. Saya berpesan kepada pengurus baru selamat mengemban amanah dan selamat bekerja,” terang khairil.

Dilanjutkan dengan sambutan dari presidium KAHMI terpilih, “KAHMI harus ada perubahan paradigma cara memandang sekitar saat ini. Kita harus ada perbedaan antara guyub ibu – ibu dengan guyub intelektual. Seluruh pengurus majelis KAHMI wilayah dan daerah dilarang dan harus mengundurkan diri jika terlibat dengan 4 hal yaitu yang pertama dilarang terlibat dalam terorisme, selanjutnya dilarang narkoba, dilarang dan terlibat korupsi, serta dilarang terlibat dalam kejahatan seksual,” tegas MH. Prihatno presidium KAHMI terpilih.

Dalam pelantikan ini Mahfud MD juga mengungkapkan bahwa, “Saya menitipkan KAHMI dan HMI kepada Gubernur Bengkulu untuk dibina dan dimanfaatkan sebaik baiknya. KAHMI dan HMI merupakan pelopor peradaban di Indonesia dengan nilai ke-HMI-anya. KAHMI dan HMI harus memberikan perubahan di Indonesia dengan mengIndonesiakan Islam bukan mengislamkan Indonesia. KAHMI dan HMI harus berperan dalam peradaban Indonesia dengan mengubah sistem pemerintahan dan ekonomi yang berkeadilan sesuai dengan Islam dan Pancasila.

Sehingga KAHMI dan HMI menjadi pelopor perubahan petadaban Indonesia. Selain itu KAHMI dan HMI harus menjaga semagat intelektual dan iptek karena iptek merupakan soko guru pembangunan, baik menjadi intelktual birokrat maupun menjadi intektual murni sesuai cita cita HMI. Sehingga kalu di tarik kesimpulan yaitu semagat kejuangan dan semangat intelektual,” Jelas Mahfud MD. (ctr/more)