Kominfonews.(15/3) Pekerja sosial yang profesional sangat dibutuhkan perannya dalam mengatasi permasalahan sosial. Apalagi  untuk mengentaskan kemiskinan dan peretasan ketertinggalan Bengkulu.

Menurut  Ketua DPD Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI)  Provinsi Bengkulu, Cucu Syamsudin, untuk menuju keberhasilan peran tersebut,  perlu faktor pendukung, seperti jumlah pekerja sosial yang seimbang dengan jumlah penerima pelayanan, serta  kompetensi pekerja sosial harus ditingkatkan seiring dengan tuntutan kompleksitas masalah sosial saat ini.

“Peran pekerja sosial sangat dibutuhkan, harus ada standar kompetensi pekerja sosial yang tidak bisa ditawar lagi, dan itu harus ditingkatkan, dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan ketertinggalan Bengkulu” sebut Syamsudin, saat memberikan kata sambutannya pada acara Musyawarah Daerah (Musda) ke- 2, Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI),  di Balai Pengembangan Anak dan Remaja (BPAR) Bengkulu, Senin (13/3).

Selain itu, lanjutnya, perlu dilakukan transformasi  pekerjaaan sosial dari pelayanan sosial, agar dengan terbatasnya pekerja sosial saat ini dapat memberikan pelayanan yang maksimal.dengan adanya Musda ini,  kompetensi pekerja sosial yang merupakan agen of change atau agen perubahan dapat memastikan inklusitas sasaran pelayanan sosial.

“Kita perlu menghidupkan kader-kader profesional yang mampu berpikir strategis,  serta kader pekerja sosial yang mampu menerjemahkan kebijakan pembangunan  pekerjaan sosial  kedalam pelayanan nyata dan terpadu,’’ sampainya.

“Pekerja sosial harus memiliki energy yang besar, harus makin inklusif untuk menjangkau siapapun yang membutuhkan pelayanan, serta dapat meningkatkan kinerjanya menjadi sumber keunggulan,” tegasnya.

semua itu diakuinya butuh proses yang panjang, untuk itu perlu menggadeng berbagai pihak guna mencapai maksud tersebut, karena pekerja sosial adalah mitra bagi pemerintah dalam mengatasi masalah sosial masyarakat.

Wakil Gubernur Rohidin Mersyah yang hadir sekaligus membuka acara tersebut, menyampaikan, kontribusi ilmu sosial saat ini sangatlah berarti dalam mengubah pola pikir masyarakat.  Karena, menurutnya, untuk mengatasi kemiskinan dan ketertinggalan tidak bisa diatasi dengan pembangunan fisik saja.

“Kalau dahulu ilmu sosial ini termarginalkan, tapi sekarang ilmu sosial justru lebih mewarnai dan lebih mampu mengubah konstruksi  sosial masyarakat, dan  kuncinya itu,  jika sesorang tersebut profesional,jika seseorang memiliki kompetensi, punya  skill, punya ilmu yang mumpuni dan wawasan yang baik, namun, sambungnya, untuk dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,  harus dilengkapi dengan kerja keras disertai penuh kesungguhan,”  tuturnya.

“Permasalahan sosial yang kompleksitas ini  harus dilakukan cara strategis,  dengan  cara inklusif atau tidak mementingkan diri sendiri, harus adil, menyatu dengan semua komunitas tanpa memandang suku dan ras, sehingga perannya sangat terasa,” tegasnya. @(Saipul)