Kominfonews, Minggu (7/2) – Mengenal Museum Bengkulu yang hadir dengan wajah baru setelah dipugar tahun 2015 kemarin, sekarang tampilan Museum Bengkulu menjadi lebih Modern. Dijelaskan dalam sebuah brosur Museum Bengkulu didirikan pada 1 April 1978 dan mulai berfungsi sebagai museum pada 3 Mei 1980 yang menempati lokasi sementara di belakang Benteng Marlborough. Koleksi awal museum ini berjumlah 51 koleksi : 43 koleksi etnografi, 6 koleksi keramik, 2 koleksi replika. Sejak tanggal 3 januari 1983 museum dipindah ke lokasi baru di jalan Pembangunan No. 08 Padang Harapan Bengkulu. Koleksi museum Bengkulu adalah benda sejarah budaya dari sembilan sub etnis penduduk asli Bengkulu.

Sampai sekarang terdapat 6.151 koleksi yang terdiri dari 8 jenis koleksi, dengan rincian : Biologi 46, Etnografika 2988, Arkeologika 90, Historika 42, Numismatika/Heraldika 911, Keramologika 1901, Filologika 138, Teknologika 15, koleksi – koleksi ini telah dikumpulkan sejak tahun 1978. Adapun salah satu pengunjung datang dan mengaku baru pertama kali datang ke museum, Eta (23) yang datang bersama teman – temannya mengatakan, ”Baru kali ini kesini (Museum), cuma mau tau apa sih isi dalem Museum,” ujarnya. Kasi Bidang Pemeliharaan Museum Bengkulu, Tri Utami (40) mengatakan, ”Setiap hari selalu ramai pengunjung yang datang, apalagi sekarang hari libur,” katanya. Ia menambahkan, ”Ada hari tertentu anak – anak TK datang untuk melihat lihat koleksi, ya memang itu sebenarnya sudah masuk dalam program harian dari museum ini, yang bertujuan memperkenalkan apa itu museum kepada anak – anak usia dini,” ujarnya.

Jadwal kunjungan Museum Bengkulu, hari selasa sampai minggu pukul 08.00 – 16.00, hari senin /libur nasional tutup. Dengan Biaya masuk anak- anak Rp1.500/org dan dewasa Rp2.500/org. Dengan jumlah koleksi Etnografi yang hampir mencapai 3000, Museum Bengkulu berupaya memberikan gambaran khas keanekaragaman budaya melalui pameran tetap dengan tema, ”Warisan Sejarah, Budaya dan Alam Bengkulu dalam hubungannya dengan budaya regional dan nasional.” Melalui tema ini diharapkan masyarakat Bengkulu, khususnya generasi muda dapat memahami hubungan antar budaya dan memposisikan diri sebagai bagian dari budaya Regional dan Nasional.

Author : Dimas

Editor : More

Kategori: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + two =