Kominfonews – (19/2) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sempat membuat heboh masyarakat di Indonesia beberapa bulan lalu. Kendati sudah di keluarkan fatwa sesat mengenai perkumpulan Gafatar serta dilarang oleh Pemerintah Pusat, disinyalir masih ada pergerakan – pergerakan kecil kelompok tersebut di daerah – daerah yang tidak terpantau.

Prof. Dr. H. Rohimin, M.Ag selaku ketua MUI Bengkulu mengatakan bahwa Bengkulu merupakan salah satu lokasi yang strategis untuk mengembangkan perkumpulan apapun. Ia juga mengatakan bahwa Gafatar merupakan salah satu isu nasional sehingga untuk melakukan tindakan diperlukan instruksi dari pusat.

Untuk mengatasi masalah seperti ini, MUI tidak sendirian tapi bersama dengan masyarakat, Kesbangpol serta Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) turut serta meninjau serta menyelesaikan masalah aliran – aliran yang berkaitan dengan kepercayaan yang menyimpang.

“Secara bersama-sama Pakem mengawasi masyarakat, masing-masing instansi dalam Pakem mempunyai tugas untuk menangani Gafatar” terang Rohimin. Selain itu, MUI juga sudah mulai bergerak untuk memberantas penyimpangan aliran seperti Gafatar dengan menggunakan metode dakwah. “MUI tidak hanya menganggap Gafatar sesat, akan tetapi mendampingi umat Islam yang ada disana dengan dakwah,” tambahnya. @alib

editor : more