Kominfonews.(2/12) Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bengkulu November 2016 tercatat sebesar 93,34 yang berarti daya beli petani di Provinsi Bengkulu masih defisit sebesar 6,66 persen. Angka ini lebih tinggi dari NTP bulan Oktober 2016 sebesar 92,85 atau naik sebesar 0,54 persen.

“Penurunan nilai tukar petani (NTP) terjadi pada subsektor holtikultura, subsektor peternakan dan subsektor perikana budidaya. Perubahan NTP bulan November 2016 untuk masing-masing subsektor dibanding Oktober 2016 sebagai berikut: subsektor tanaman pangan (NTPP) 94,94 persen turun 1,58 persen, NTP subsektor hortikultura(NTPH)110,58 naik 1,60 persen, NTP subsektor perkebunan rakyat (NTPR) 81,65 naik 1,99 persen, NTP subsektor perternakan (NTPT) 110,87 turun 1,21 persen dan NTP subsektor perikanan /nelayan (NTN) 95,56 turun 0,70 persen. NTP subsektor periknan tangkap (NTNT) 103,64 turun 0,22 persen dan NTP subsektor perikanan budidaya (NTNB) 92,67 turun 0,89 persen,”terang Dyah Anugrah Kuswardani,MA Kepala BPS Provinsi Bengkulu.

 Nilai tukar usaha pertanian tercatat 104,51 atau naik 0,98 persen bila dibandingkan dengan bulan Oktober 2016 yang tercatat sebesar 103,50.