Plt Gubernur meninjau langsung pelabuhan khusus injatama dan pusat pendaratan ikan (PPI) Muara Sungai Ketahun Bengkulu Utara

Kominfonews (31/8). Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat ini berupaya keras mendongkrak pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu. Upaya serius tersebut salah satunya dengan meninjau langsung pelabuhan khusus injatama dan pusat pendaratan ikan (PPI) Muara Sungai Ketahun, Bengkulu Utara, yang saat ini tidak berfungsi maksimal.

Kunjungannya kali ini untuk memastikan pelabuhan khusus injatama dapat dimaksimalkan dengan dikembangkan menjadi pelabuhan umum sebagai gerbang pengangkutan komoditas unggulan kabupaten Bengkulu Utara. Dengan beroperasinya pelabuhan umum kerjasama antara PT. Injatama dan Pelindo, komoditas produksi bisa disalurkan secara langsung melalui pelabuhan yang ada di Bengkulu tanpa melalui daerah tetangga.

“Pengembangan pelabuhan ini akan dikoneksikan dengan Pelindo agar semua proses transhipment bisa dilakukan di Pulau Baai, sehingga ekspor komoditas khususnya batu bara datanya keluar dari Bengkulu,” ujar Rohidin.

Pelabuhan ini nanti juga diharapkan dapat mengurangi kerusakan jalan yang saat ini sering dikeluhkan masyarakat, menambah nilai produksi dan memperbaiki neraca eksport impor Bengkulu.

Pemanfaatan potensi maritim dengan membangun pelabuhan penyangga di beberapa kabupaten memang menjadi salah program utama Gubernur Wakil Gubernur Bengkulu sejak awal masa pemerintahannya. Pelabuhan dinilai sangat strategis menumbuhkan perekonomian di provinsi yang mempunyai garis pantai sepanjang 525 km ini. Dengan posisi berhadapan langsung dengan samudera Hindia. Pembangunan pelabuhan akan menghidupkan jalur angkutan laut di pesisir barat Sumatera.

Keseriusan pemerintah Provinsi Bengkulu memaksimalkan potensi kelautan mendapat respon positif dari Presiden Joko Widodo. Ada 4 pembangunan pelabuhan yang masuk dalam program strategis nasional, antara lain Pelabuhan Pulau Baai, pelabuhan Linau Kabupaten Kaur, pelabuhan penyeberangan Pino Raya Bengkulu Selatan dan pelabuhan Bantal Kabupaten Muko-Muko.

Selain meninjau pelabuhan, Plt Gubernur didampingi Bupati Bengkulu Utara juga meninjau lokasi rencana pembangunan PLTU di lokasi areal bekas pertambangan batubara di desa Gunung Payung, Kecamatan Ketahun.

“Saya ingin memastikan, ketika pembangunan PLTU berlangsung, tingkat kerusakan alam yang selama ini akibat tambang itu secara bertahap dilakukan reklamasi dengan baik. selain itu juga memastikan deposit sumber energi batubara PLTU bisa tercukupi hingga 30 tahun,” katanya.

Pembangkit listrik tenaga uap ini rencananya menghasilkan daya 2×100 megawatt (MW) yang akan dibangun oleh PT. Ketahun Daya Energi.

Dikatakan kepala dinas ESDM Provinsi Ahyan Endu, saat ini proses pembangunan PLTU sedang dalam pengurusan dokumen dan analisis dampak lingkungan, ditargetkan 2018 sudah dimulai proses pembangunannya.

“Pembangunan PLTU menurutnya ini sangat strategis karena bahan baku utama batubara dan ketersediaan air mencukupi,” tutur Ahyan Endu.

Pembangkit listrik ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan pasokan energy listrik di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Bengkulu Utara.

Menanggapi hal ini Bupati Bengkulu Utara menyatakan kesamaan konsep dan pemikiran dalam rencana pembangunan yag disampaikan Plt Gubernur.

“Kita bersinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Prinsipnya, konsepnya sama apa yang dipikirkan pak plt gubernur , kita lihat aktualisasinya dan akan kita dorong bersama,” tutup Mian. (Fredi – Media Center Pemprov Bengkulu)