Kominfonews.(15/12) pendangkalan alur pelabuhan pulau baai yang saat ini mencapai saat ini 5 hingga 7 meter, tidak menggau aktifitas bongkar muat dan lalu lintas  kapal pengangkut  material, tetap beraktifitas di pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

“Pendangkalan alur pelabuhan tidak mengganggu aktifitas operasional di pelabuhan ini, pendangkalan alur tersebut tidaklah menutup alur pelabuhan, aktifitas bongkar muat dan lalu lintas  kapal pengangkut  material tetap jalan        ” sampai Wagub Rohidin, saat usai memantau langsung alur laut di pelabuhan Pulau Baii Bengkulu, bersama dengan rombongan delegasi dari Belanda dan pihak PT.Pelindo II cabang Bengkulu, pada Rabu (14/12).

Pada kesempatan yang sama,  Branch Manager PT. Pelindo II Cabang Bengkulu, Drajat Sulistyo, juga menegaskan,  walaupun kedalaman alur saat ini 5 hingga 7 meter, namun hal tersebut tidaklah  mengganggu aktifitas di pelabuhan, bahkan dirinya mengklaim,  keadaan  alur sekarang lebih baik dari sebelumnya.

“Aktifitas di pelabuhan kita malah lebih baik dari sebelumnya, walaupun kedalaman 7 meter,  tetap masih bisa operasional, Per satu November tadi,  kita telah menambah jam operasional pelabuhan sebanyak tiga ship selama 24 jam penuh. Sedangkan untuk  pengerukan alur pelabiuhan,  rencananya akan dilaksanakan pada awal tahun 2017 ini, dengan biaya mencapai Rp40 miliar’’ tegasnya.

Untuk lebih optimalnya hasil pengerukan nantinya, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan pihak delegasi Belanda, yang kebetulan berkunjung ke Bengkulu dalam rangka untuk mensurvei keadaan alur pelabuhan Pulau Baii.

 “Negara Belanda merupakan salah satu Negara yang ahli dalam pengerukan alur, kita coba untuk melakukan kerjasama agar pelabuhan kita ini lebih optimal,” tutupnya. (gempo88)