Kominfonews (12/12/17). PELAKSANA tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah temui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantor Kemenhub Jakarta Pusat. Dalam audiensi Senin (11/12/2017), Rohidin paparkan kebutuhan pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno untuk membuka akses konektivitas Provinsi Bengkulu.

“Beberapa waktu lalu, direktur Angkasa Pura II sudah bertemu dan berbincang soal pengelolaan Bandara Fatmawati. Tanggapannya positif dan sinyal kesiapan itu ada,” kata Rohidin.

Menanggapi hal itu, Menteri Budi Karya menerangkan bahwa ada Bandara Fatmawati berstatus Badan Layanan Umun (BLU) yang pengelolaannya bisa dikerja samakan. Bahkan, dirinya mengatakan kalau PT Angkasa Pura II sudah siap secara financial.

Sinyal restu pengelolaan Bandara Fatmawati-Bengkulu oleh PT Angkasa Pura, nampak dari Menhub Budi Karya. Dirinya menginginkan pembahasan lebih lanjut bersama Pemprov Bengkulu dengan Badan Usaha Bandar Udara yang berpengalaman mengelola Bandara-bandara besar di Indonesia itu.

“Inikan Pemda sudah berkeinginan, dan AP (Angkasa Pura) juga pasti siap. Segera susun saja kebutuhannya,” instruksi Menhub Budi Karya kepada direktur jendral perhubungan udara dalam pertemuan tersebut.

Dirjen Perhubungan Udara Agus S menerangkan, Bandara Fatmawati mempunyai prospek yang baik untuk dikelola Angkasa Pura. Pasalnya, saat ini sudah ada 13 flight dengan penumpang mencapai 900-an.

“Kalau ada penambahan rute penerbangan Bengkulu – Bandung saja, tidak sulit mencapai seribu passenger,” ucap Agus.

Seperti diketahui saat ini Kementerian Perhubungan mempunyai beberapa bandara dengan status BLU. Bandara Juwata Tarakan, Bandara Sentani Jayapura, dan Bandara Radin Inten II Lampung. Serta Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan no. 62/KMK.05/2017.

Usai pertemuan dengan Menhub, Rohidin optimistis akan harapan pengembangan bandara di Bengkulu itu bisa dikelola Angkasa Pura dan bisa menjadi Bandara Internasional. Dengab pengelolaan profesional oleh Angkasa Pura, dirinya yakin Bandara Fatmawati bakal berkembang baik sisi keselamatan dan kenyamanan penumpang, maupun rute penerbangan.

“Menhub menyetujui pembahasan lebih lanjut, nanti kemenhub, pemprov dan PT Angkasa Pura II akan dijadwalkan bertemu dan membahas ini. Mudah-mudahan harapan Provinsi Bengkulu miliki bandara Internasional bisa cepar terwujud,” demikian tutup Rohidin.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =