Kominfonews (07/20). Keberadaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bengkulu yang terkesan kurang berinovasi dalam mendukung sektor wisata, disayangkan Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Menyikapi kondisi ini, Dekranasda Provinsi diminta untuk melakukan optimalisasi dan inovasi serta bersinergi dengan Dekranasda 10 kabupaten/kota.

“Bengkulu ini akan muncul dalam skala nasional produk-produk kerajinannya, kalau masing-masing kabupaten/kota mengembangkan produk kerajinannya masing-masing. Tapi harus diawali dengan komitmen yang kuat. Kalau rapat saja tidak hadir mau bagaimana berkomitmen,” ungkap Rohidin Mersyah selaku Pembina Dekranasda Provinsi bengkulu, usai membuka secara resmi Rapat Kerja (Raker) Dekrasda Provinsi Bengkulu Tahun 2017, Rabu (19/07).

Pada Raker yang bertajuk “Meningkatkan Daya Saing Produk Industri Pengrajin serta Perluasan Akses Pasar yang Berbasis IT”, Rohidin Mersyah juga meminta kepada pihak Dekranasda melakukan pembenahan terlebih dahulu, baik dalam hal perbaikan anjungan setiap kabupaten/ kota dan penentuan produk kerajinan unggulan masing-masing daerah. Lalu kemudian fokus pada peningkatan daya saing produk dan perluasan akses pasar.

“Mungkin selama ini kita belum terkoneksi seperti itu, kabupaten/kota merasa berdiri sendiri-sendiri dengan produknya. Saya minta Kadis Perindag anggarkan fasilitasi yang bersifat untuk semua, misalnya wilayah anjungannya, penataan tamannya dan baru promosinya seperti apa,” tambah Rohidin Mersyah.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Bengkulu Derta Wahyulin. Menurutnya, untuk mendukung salah satu Program Provinsi, Visit 2020 Wonderful Bengkulu, Dekranasda juga harus kreatif dalam promosi produk kerajinan layaknya yang ada anjungan-anjungan Taman Mini Indonesia.

“Kedepannya saya menginginkan Kantor Dekranasda Provinsi menjadi salah satu tempat wisata unggulan yang ada di Bengkulu. Untuk itu 10 anjungan yang ada adalah tanggung jawab kabupaten/kota masing-masing,” tutur Derta Wahyulin yang juga merupakan Wakil Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu.

Dalam Raker Dekranasda Provinsi Bengkulu 2017 ini, juga tampak hadir Sekjend Dekranas Pusat Euis Saedah sekaligus sebagai narasumber utama raker tersebut. Dirinya menyatakan, Dekranas Pusat siap memberikan support dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan Bengkulu ke tingkat nasional. Namun dengan catatan, komitmen dari Dekranasda Bengkulu untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

“Kami yakin kalau produk kerajinan Bengkulu akan sejajar dengan produk provinsi lainnya dengan segala bahan baku yang tersedia. Namun harus ada komitmen kuat, seiring dari pusat akan memberikan support secara penuh,” ungkap Euis Saedah yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian periode Oktober 2010 s/d Agustus 2016. (Rian-Media Center Pemprov)