Kominfonews (29/9). Menjaring para pelaku kerajinan (pengrajin) yang tangguh terutama kaum muda yang siap menerobos pasar dunia, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar Pemeran Kriyanusa Kerajinan Nusantara 2017 di Balai Sidang Jakarta, mulai 27 September hingga 1 Oktober 2017. Pameran ini dibuka secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Presiden RI yang akrab disapa Jokowi mengatakan, permasalahan utama yang dihadapi para pengarjin di daerah saat ini terkait modal, bahan baku dan pasar. Selain itu, desain juga harus diperhatikan, khususnya desain yang mengikuti selera pasar. Terhadap hal ini Dekranas memberi ruang bagi pengrajin Indonesia untuk menampilkan produk-produk unggulannya, salah satunya dengan cara menyelenggarakan Pameran Kriyanusa.

“Menembus pasar dunia jelas perlu keseriusan dari para pengrajin dari berbagai aspek ya. Pemerintah telah memberikan kemudahan dalam hal modal melalui lembaga perbankan. Selain itu, para pengrajin juga diminta kreatif dalam menghasilkan sebuah karya,” terang Presiden Jokowi pada Pameran Kriyanusa 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), (27/09).

Dalam kesempatan ini Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana Widodo tampak mengenakan pakaian adat khas Batak. Ia mengenakan kemeja putih dengan kain songket karo bercorak merah, hitam dan putih. Selain itu, Presiden juga mengenakan topi tradisional khas Batak yang bernama Sortali berwarna abu-abu dengan rumbai-rumbak bercorak sama.

Pembukaan pameran ini ditandai dengan pemukulan Gondang oleh Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Widodo, Ketua Umum Dekranas Mufidah Kalla dan Ketua Bidang Kreatif Dekranas Nora Ryamizard Ryacudu. Dalam kesempatan ini juga tampak hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja antara lain Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu serta Ani Yudhoyono. (Rian-Media Center Pemprov Bengkulu).