Kominfonews (28/8). Pembangunan sarana air minum pedesaan adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjamin kebutuhan air minum masyarakat. Sebab, Air bersih merupakan sumber kehidupan yang senantiasa dituntut oleh masyarakat.

Ali Sadikin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa saat mewakili Plt Gubernur Rohidin Mersyah menyampaikan, peningkatan mutu air bersih akan meningkatkan kualitas ekonomi dan pendidikan masyarakat, karena itu air harus dipandang dengan nilai ekonomis.

“Air bersih ini merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Oleh sebab itu, harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat membuka Workshop peningkatan kapasitas kelembagaan Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAMS) di Hotel Vista Bengkulu, Senin (28/8).

Ali Sadikin menambahkan, Workshop ini bertujuan Mendorong program Pengetasan Kemiskinan dan Peretasan Ketertinggalan dalam membangun Bengkulu dari pinggiran melalui sarana air minum dan sanitasi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.

Menurutnya, keberadaan BP SPAMS akan menjadi harapan baru bagi masyarakat dan juga pemerintah, terutama karena pemerintah daerah memiliki mitra baru dalam pengembangan dan peningkatan pembangunan air bersih, baik itu berupa dana maupun pelatihan-pelatihan dalam peningkatan kapasitas badan pengelolanya.

“Lahirnya BP SPAMS di desa-desa juga diharapkan dapat menjangkau dan merangkul badan pengelola dari desa non Pamsimas, hal ini memiliki satu tujuan dan misi yang sama, yaitu meningkatkan pelayanan air minum kepada masyarakat,” pungkas Ali. (Dimas – Media Center Pemprov Bengkulu)