Bengkulu (5/9). Konflik di Rakhie Myanmar yang menimpa etnis Rohingya benar-benar menyita perhatian dunia. Pemerintah Indonesia, sudah mulai action dengan melakukan lobi-lobi ke berbagai pihak, supaya krisis kemanusiaan di Myanmar dapat dihentikan, serta mengirim bantuan. Aksi solidarias pun digelar di sejumlah daerah, termasuk di Bengkulu.

Warga Bengkulu menggelar aksi amal peduli Rohingya sejak Ahad (3/9). Lintas komunitas, mengumpulkan amal pada beberapa lokasi di Kota Bengkulu, mulai dari kampus hingga pusat perbelanjaan. Hasil donasi, bakal disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya.

Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu mengapresiasi aksi amal yang digelar. Menurutnya, krisis kemanusiaan di Myanmar merupakan tragedi kemanusiaan yang menjadi duka bersama, dan harus segera dihentikan.

“Saya akan mencoba menggerakkan birokrasi, agar bisa turut serta memberikan donasi. Kebersamaan dalam solidaritas seperti ini juga perlu dalam membangun Bengkulu,” ungkap Rohidin saat membuka lelang amal, Senin (4/9).

Dirinya juga mengimbau, menggalang solidaritas melalui media sosial tidak dilakukan dengan membagikan konten gambar sadis.

“Bukan menghambat keterbukaan akses informasi, tetapi akan berdampak buruk jika konten-konten kekejaman menjadi hal biasa,” tuturnya.

Di Bengkulu, penggalangan amal juga dilakukan dengan lelang karya seni, seperti lukisan, bonsai hingga batu akik. Menurut koordinator aksi amal Peduli Rohingya, dana akan disalurkan melalui rekening PKPU Human Initiative. Selain uang tunai, dana amal masyarat juga bisa disalurkan langsung ke rekening PKPU cabang Bengkulu, Bank Mandiri 1130006311389. (Jamal-Media Center Pemprov Bengkulu)