Kominfonews – (16/3) Belum lama ini Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan tes urine yang dilaksanakan satu minggu yang lalu pada Rabu (9/3) di Kantor Gubernur. Tes urine awal dilakukan pada Eselon II Pemerintah Provinsi sebanyak dua puluh enam orang dan hasilnya negatif tidak ada yang kedapatan mengkonsumsi narkoba.

Merealisasikan hasil penandatanganan Pakta Integritas yang dilakukan beberapa minggu yang lalu yang dalam isi kesepakatan menyatakan PNS tidak boleh menggunakan narkoba, maka Gubernur Bengkulu di tahun ini memprogramkan tes urine.

Asisten III Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Bengkulu Sudoto saat diwawancarai di ruang kerjanya mengatakan tes urine akan terus dilaksanakan kedepannya mulai dari Eselon II, III dan IV hingga staf. Sehingga kalau ada yang ketahuan telah mengkonsumsi narkoba Pemerintah Provinsi akan menindak tegas.

”Kalau ada yang ketahuan setelah di tes urine mengkonsumsi narkoba akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku, kalau dia eselon akan ditindak sesuai dengan penandatanganan pakta integritas dan akan dinonjobkan dari jabatannya dan staf biasa akan ditindak sesuai dengan disiplin pegawai serta direhabilitasi,” Ungkap Sudoto.

Beliau juga mengharapkan kepada seluruh pegawai Pemprov Bengkulu baik Eselon maupun staf tidak ada yang mengkonsumsi narkoba dan terbebas dari narkoba. Ditambahkan, tes urine Eselon II sisanya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, sedangkan Eselon III, IV dan staf akan dilakukan menunggu anggaran berikutnya.

Menanggapi hal ini Kepala BNN Provinsi Bengkulu Drs. Budiharso, M.Si waktu ditemui mengatakan sangat mengapresiasi sekali dan mendukung program Gubernur dengan melakukan tes urine kepada seluruh pegawai serta memberikan penilaian yang positif kepada Pemprov.

“Saya sangat mengaprisiasi sekali  dan mendukung program Gubernur melakukan tes urine dan sesuai dengan penandatanganan pakta integritas yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu. Presiden juga telah lama mencanangkan masyarakat Indonesia bebas dari narkoba termasuk aparatur pemerintah dan Gubernur ini ingin membersihkan pegawai Negeri dari pecandu narkoba yang diawali oleh Gubernur sendiri yang pertama kali melakukan tes urine,” terang Kepala BNN. (dod/more)