Kominfonews – (26/2) Program 100 hari selalu menjadi acuan dalam menjalankan suatu pemerintahan baru, masyarakat mempunyai harapan yang lebih ketika menyebutkan “100 hari kerja”. Namun menurut Mantan Gubernur Bengkulu, H.Junaidi Hamsyah, Kamis (25/2) di kediaman pribadinya, Kelurahan Bumi Ayu.

Menurut, Mantan Gubernur Bengkulu sebelumnya H.Junaidi Hamsyah yang biasanya disapa UJH (Ust. Junaidi Hamsyah) ketika ditemui tim Kominfonews di kediamannya mengatakan, “Program 100 hari “Jangan Lebay”,”Ujarnya.

“Kadang masyarakat mendengar Program 100 hari semua bisa selesai, ini yang tidak dipahami masyarakat, ya tidak mungkin lah 100 hari akan selesai semua, kita semua harus mengerti itu, ”Ungkap Mantan Gubernur Bengkulu, UJH.

Karena menurutnya dalam menilai kinerja Pemerintahan baru, tidak bisa dilihat dari 100 hari kerja, dalam 100 hari tentunya dana APBD belum bisa digunakan, kecuali APBD belum dibahas ketika Gubernur masuk dalam Pemerintahan.

“Melihat hasil kerja pemerintah dalam 100 hari tentunya mustahil, sebab dalam 100 hari pemerintahan baru tidak bisa melakukan pembangunan apa – apa,  kalau melakukan beberapa revisi bisa tetapi tentunya membutuhkan waktu 1 – 2 bulan juga, kemudian habis juga kan 100 hari?,” ungkap UJH.

UJH mengajak kita untuk mengawasi serta mendukung setiap program – program yang dibuat oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, tentunya bertujuan untuk Memajukan Provinsi Bengkulu.

“Mari kita sama-sama awasi niat baik Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk memajukan Provinsi Bengkulu ini, kemudian kalaupun ada program 100 hari, bisa dimanfaatkan untuk menertibkan sistem administrasi saja,” tutup UJH. @dim

editor : more