Gedung Rawat Inap RSUD M Yunus Terbangun, Rohidin Minta Upgrade Layanan dan Manajemen

Published by kominfo news on


Bengkuluprov – Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan pembangunan pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M Yunus. Tahun 2018, gedung rawat inap dibangun dengan anggaran mencapai 57 miliar. Gedung yang telah terbangun, pada tahun 2019 ini akan segera diinstal dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat meninjau gedung baru di komplek RSUD M Yunus menegaskan, peningkatan infrastruktur wajib dibarengi dengan peningkatan pelayanan. Sehingga, masyarakat mendapatkan pelayanan prima dari manajemen rumah sakit.

“Peningkatan pelayanan itu merupakan tuntutan masyarakat, maka manajemen rumah sakit juga harus lakukan peningkatan pelayanan. Pelayanan pada seluruh ruangan pada tiap lantai kalau bisa benar-benar termonitor dan terstandarisasi, pelayanan prima itu tentunya ramah cepat dan mudah diakses,” tutur Rohidin usai meninjau gedung rawat inap, Senin (14.01.19)

Rohidin yang sempat berkeliling bangunan 4 lantai itu ingin memastikan ‘finishing’ gedung tak dilakukan asal asalan. Fasilitas yang bakal diinstal juga diharapkan benar-benar berfungsi dengan baik.

“Ini akan dilanjutkan dengan instalasi sarana pendukung, termasuk penataan kawasan gedung rawat inap juga interiornya. Harapannya di akhir 2019, gedung sudah bisa digunakan,” tuturnya.

Gedung rawat inap RSUD M Yunus terdiri dari 82 ruang berbagai kelas dengan kapasitas mencapai 160 bed. Adapun ruang instalasi rawat inap terdiri dari kelas isolasi, kelas high care, kelas 1 dan 2, juga VIP dan VVIP. Ruang Nurse Station juga tersedia di masing masing zona pada tiap lantainya.

Pada bangunan dengan luas lahan 5.125 meter persegi itu juga dilengkapi fasilitas toilet publik, mushola, ruang tunggu keluarga, farmasi, juga lift.

“Pasang informasi yang jelas, serahkan ke ahlinya agar tak asal-asalan. Intinya pelayanan dari manajemen rumah sakit harus kita tingkatkan agar bisa memberikan pelayanan prima,” demikian tutup Rohidin yang saat itu didampingi direktur rumah sakit juga kepala dinas kesehatan. (jamal-Media Center Pemprov Bengkulu)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − 8 =