Bengkulu Siap Take OFF Susul Provinsi Lain

Dipublikasikan oleh kominfo news pada

Kominfonews – (17/2) Gubernur Bengkulu saat mengikuti acara dies natalis HMI ke 69 mengungkapkan kengingan keluarga besar HMI dan KAHMI untuk mengusung pendiri HMI Lafran Pane menjadi pahlawan nasional. “Pada momentum ini keluarga besar HMI dan KAHMI akan mengusung Lafran Pane menjadi Pahlawan Nasional, beliau telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita,” ungkap Gubernur.

Gubernur juga menyampaikan harapannya untuk Bengkulu, “Perubahan kultur Bengkulu adalah Bengkulu yang baik, Bengkulu Investasi, Bengkulu yang smart, Bengkulu yang bersiap take – off mengikuti provinsi-provinsi yang maju lainnya,” ungkap Gubernur.

“Saya ingin sampaikan kepada kita semua dan juga kepada pejabat semua, saya bukan Presiden yang membawa rombongan kabinet politis. Saya ini Gubernur yang terikat birokrasi, dengan demikian Insya Allah saya akan memimpin sebagaimana mestinya,” tegas Gubernur.

Gubernur Bengkulu Dr. H. Ridwan Mukti, M.A didampingi Wakil Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA mengadiri acara Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam Ke – 69.  Hadir juga dalam acara ini, ketua KPU Provinsi Bengkulu, anggota DPD Provinsi Bengkulu, Kadis Dispendik Provinsi Bengkulu serta Organisasi Mahasiswa yang ada di Bengkulu. Acara dimulai dengan atraksi teatrikal yang menggambarkan bagaimana terbentuknya HMI serta pemutaran film dokumenter HMI.

Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu Niko Rioza Oscar, mengungkapkan bahwa di dies natalis HMI ke 69 ini adalah momen untuk mempererat tali silaturahmi keluarga besar HMI. “Kami dari pengurus HMI cabang Bengkulu beserta kader kami mengharapkan keluarga besar HMI cabang Bengkulu harus memperat tali silaturahmi bahwa kita adalah HMI cabang Bengkulu,” ungkap Niko.

Niko juga mengharapkan adanya perhatian terhadap sungai Air Bengkulu yang kualitas airnya sudah sangat menurun padahal air tersebut digunakan juga untuk PAM Tirta Darma. Ia juga menyampaikan permasalahan kampung nelayan yang hingga kini belum memiliki hak atas tanah mereka, “Masyarakat kampung nelayan sampai sekarang belum memiliki hak atas tanah mereka padahal menurut pak Jokowi10% tanah Pelindo harus dihibahkan kepada masyarakat. (more)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + 14 =