Malam Puncak HUT ke-54 Bengkulu, Ditutup Penampilan Memukau Ashanty dan Keluarga

Published by APS on

Malam puncak HUT ke-54 Bengkulu berlangsung meriah di lapangan Merdeka kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Jumat (18/11).

Masyarakat dihibur dengan hadirnya Ashanty yang merupakan zuriat langsung dari Prof. Dr. KH. Abdullah Siddik salah satu tokoh pejuang di awal kemerdekaan Indonesia dari tanah Rejang, Bengkulu.

“Alhamdulillah, malam ini hadir Ashanty dan keluarga serta Mas Guruh Soekarno Putra yang sudah berkenan menjadi duta promosi Bengkulu. Mari nikmati hiburan dengan tertib, aman, dan penuh rasa kekeluargaan,” ujar Gubernur Rohidin.

“Dengan mengambil tema ‘Masyarakat Kuat Bengkulu Hebat’, tentu kita akan terus berkomitmen membangun daerah. Di mana sudah hampir 2 tahun ini pembangunan tidak berjalan atau stagnan diakibatkan pandemi, dan mulai tahun ini, APBDP 2022 dan tahun depan APBD 2023 telah dianggarkan kembali.”

“Minta maaf kepada seluruh masyarakat Bengkulu, karena berbagai pembangunan sempat terhenti. Semoga ke depan Bengkulu semakin maju, dengan masyarakat yang kuat, dan hebat,” ungkap Gubernur Bengkulu ke-10.

Pada momen HUT ke 54 ini, Provinsi Bengkulu mendapatkan kado spesial dari Kementerian Kesehatan RI yaitu Universal Health Coverage (UHC). Maka seluruh masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan dari Pemprov Bengkulu berupa BPJS.

“Alhamdulillah dengan predikat UHC ini seluruh masyarakat Bengkulu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, di setiap fasilitas kesehatan. Ini merupakan komitmen pemerintah daerah, yang terus mengupayakan tidak ada lagi masyarakat yang tidak memiliki kartu BPJS,” terang Gubernur.

Sementara itu, Ashanty yang ditetapkan sebagai duta promosi Bengkulu mengungkapkan dirinya baru mengetahui masih banyak keluarga yang tinggal di Bengkulu. Sebab sejak dirinya lahir hanya mengetahui jika ia keturunan Bengkulu, namun tidak tahu di mana dan memang belum pernah pulang.

Setelah tim zuriat Bengkulu menghubungi kakak Ashanty, yaitu Gangsar Sambodo. Akhirnya Ashanty kembali pulang ke tanah leluhurnya dan sekarang ditetapkan sebagai duta promosi daerah Provinsi Bengkulu.

“Setelah hampir 40 tahun, ini merupakan pertama kali kami sekeluarga ke Bengkulu bertemu kembali dengan keluarga besar KH. Abdullah Siddik (kakek saya). Dan kami mendapatkan kehormatan sebagai duta untuk mempromosikan Bengkulu di berbagai bidang. Semoga Bengkulu semakin maju, dan berkembang,” pungkas Ashanty.

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + 6 =