Semangat Bangkit, Guru Difabel yang Mengajar di SLB Seluma

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Menjadi guru tak sekadar profesi semata, namun panggilan hidup yang dijalani Bangkit Dwi Apriadi (25). Sudah 7 tahun, dia mengabdikan diri menjadi guru bagi sesama penyandang difable. Bangkit sebagai guru kelas SMPLB di Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri 1 Seluma dengan status guru tidak tetap (non PNS). 
Di atas kursi roda, Bangkit berpenampilan rapi dan berbaris bersama ratusan guru tidak tetap (GTT) lainnya. Hari itu, menjadi sejarah buat Bangkit dan rekan-rekannya. Bertemu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan menerima SK sebagai jaminan penghasilan atas pengabdian mereka. Bertemu Rohidin, memang keinginannya sejak lama.
Meski miliki keterbatasan fisik, Bangkit Dwi Apriadi tak berkeluh kesah. Mendidik siswa SLB, sembari mempersiapkan masa depan dirinya dengan bekal ilmu. Bangkit menekuni kuliah S1-nya di Universitas Terbuka. 
“Walau dalam keterbatasan, janganlah menyerah. Teruslah memberikan yang terbaik, berbakti kepada bangsa dan negara,” ucap Rohidin saat menyerahkan SK guru dan pegawai tidak tetap, di Seluma. Rabu (12.02.2020).
Bangkit Dwi Apriadi merupakan alumni SLB Negeri 1 Seluma yang senang dan bangga dapat mengabdikan diri menjadi guru. Meski sebelumnya, menjadi guru ‘honorer’ yang kadang tak bergaji. Kini, setidaknya ada keterjaminan penghasilan atas pengabdian mencerdaskan anak didiknya. Gubernur Rohidin menerapkan kebijakan, GTT dan PTT peroleh gaji, 13 kali satu tahun, dari APBD. 
“Sebelumnya, status guru maupun pegawai tak tetap tidak memperoleh keterjaminan penghasilan bahkan keterjaminan pekerjaan. Sekarang, penghasilan mereka kita jamin melalui APBD termasuk gaji 13 dan THR. Dan dengan SK, mereka tak bisa asal diganti oleh orang lain,” terang Gubernur Rohidin.
Untuk diketahui, berdasar laporan dari Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Eri Yulian jumlah keseluruhan penerima SK yakni 376 orang yang terbagi GTT/PTT berjumlah 281 orang dan tenaga pendamping profesional 95 orang. (rian)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 10 =