Rohidin Mersyah: Financial Tekhnologi dalam Birokrasi Akan Terus Dimaksimalkan

Published by kominfo news on


Bengkuluprov  – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pusat, Wimboh Santoso mengatakan, perkembangan ilmu tekhnologi saat ini sudah tidak terbendung lagi.

Untuk itu, dirinya berharap agar instansi pemerintah dan swasta termasuk sumber dayanya dapat menggunakan tekhnologi, agar tidak tergilas dengan kemajuan jaman saat ini.

“Kalau mau jujur, hidup kita sekarang sudah tergantung dengan tekhnologi, untuk itu bagaimana kita memanfaatkan tekhnologi itu untuk pembangunan bangsa,” sebut Wimboh Santoso saat mengisi Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalies UNIB ke -37, di Ruang Rapat Utama Gedung Rektorat UNIB, Kamis (25/04/2019).

Menurutnya, penggunaan tekhnologi tersebut sangat bagus diterapkan untuk pembangunan daerah, pembangunan sarana dan prasarana serta infrastrukur yang ada.

“Kita tinggal masukan bagaimana mengoptimalkan kehadiran itu semua, diantaranya dengan menggunakan tekhnologi, potensi daerah itu besar sekali,” ujarnya.

Dibidang financial atau keuangan, dirinya menjelaskan, untuk di Provinsi Bengkulu ini sudah ada Bank Bengkulu yang menurutnya sangat tepat untuk digunakan tekhnologi dalam pengelolaan keuangan dan operasionalnya.

“Sehingga nanti orang tidak perlu lagi datang ke Bank karena dengan tekhnologi dapat melalui link, sehingga tujuannya nanti nggak usah pake cash, namun pake cashles, itu akan cepat dan aman,” jelasnya.

Jika semuanya menerapkan tekhnologi maka dirinya berharap, kedepannya Bengkulu akan menjadi daerah percontohan pembangunan dengan tekhnologi.

“Itulah kami pilih Bengkulu, karena Bengkulu itu lebih gampang untuk diminute dan ditingkatkan, karena sizenya tidak begitu gede, semuanya terakses dan masyarakatnya sudah terkonek dengan internet, jadi lebih gampang,” sebutnya.

Dirinya tak manampik, semua upaya itu tentu ada kendalanya, untuk itu dirinya meminta agar masyarakat dapat diedukasi tentang tekhnologi, untuk resiko cyber akan ditangani secara nasional.

“Dan terpenting, justru jangan sampai masyarakat Bengkulu hanya menjadi objek saja namun seharusnya menjadi providernya,” tandasnya.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang hadir dan menjadi keynote speaker mengatakan, penerapan Fintech (Financial Tekhnologi) dalam birokrasi pemerintahan itu harus dilakukan.

Saat ini, ungkapnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menerapkan tekhnologi dengan sistem online, seperti pembayaran pajak online, sistem pendapatan secara online, disamping itu mendorong tekhnologi perbankan sehingga dapat diakses masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Tentu kita harus mengikuti perkembangan dunia tekhnologi itu, kalau tidak kita ikuti, maka kita akan tertinggal dan akan tergilas” tegas Gubernur Rohidin. (Saipul-Media Center, Pemprov Bengkulu)

Categories: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 2 =