2 Menteri Akan Hadir Berikan Support Kepada Warga Terdampak Bencana

Published by kominfo news on


Bengkuluprov –Atas laporan kondisi terkini dari 9 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor di Provinsi Bengkulu, Pemda Provinsi Bengkulu menetapkan Bengkulu saat ini berada pada status tanggap darurat bencana. Dengan demikian menurut Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, penyaluran bantuan bisa dimaksimalkan kepada warga yang saat ini berada pada lokasi pengungsian karena sebagian besar telah dievakuasi.

Selain itu lanjut Nopian Andusti, dengan status tanggap darurat ini perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat terdampak banjir dan tanah longsor juga bisa difokuskan pengkajiannya. Terhadap status tanggap darurat ini akan berlangsung hingga 7 hari kedepan.

“Dari kabupaten/kota 8 sudah masuk tinggal 1 lagi yang belum. Jadi ketika ini ditetapkan artinya bantuan kebutuhan pangan seperti beras dan lainnya bisa didistribusikan maksimal,” jelas Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti usai pimpin Rapat Teknis Perkembangan Status Bencana Banjir dan Longsor Provinsi Bengkulu, di Ruang Rapat Kantor BPBD Provinsi Bengkulu, Senin malam (29/04).

Terhadap daerah yang masih belum lancar akses lalu lintas akibat tanah longsor seperti di kawasan pegunungan Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kepahiang, Sekda Nopian Andusti meminta kepada pihak swasta seperti perusahaan tambang turut membantu proses pembersihan tersebut.

“Jadi bukan hanya alat berat yang dimiliki pemerintah, termasuk alat berat yang dimiliki perusahaan tambang, mereka harus bergerak dan tidak boleh menolak. Karena dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2007 itu jelas di pasal 77, bahwa setiap orang/ setiap siapa pun wajib untuk ikut berpartisipasi dalam penaggulangan bencana,” paparnya.

Sementara itu, terkait kadatangan Menteri Sosial dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) datang ke Bengkulu dalam rangka mengecek langsung kondisi pasca bencana dan penyerahan bantuan, dijelaskan Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, kedua menteri tersebut jelas bisa memberikan dukungan kepada masyarakat serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk bangkit pasca bencana ini.

“Dengan kehadiran para menteri dan para pejabat dari pusat, ini merupakan suatu bukti bahwa pemerintah hadir ditengah-tengah penderitaan masyarakat. Dan jadi kita tidak sendiri, pemerintah provinsi tidak sendiri, pemerintah kabupaten/kota tidak sendiri, pemerintah pusat bersama kita,” tutupnya.

Direncanakan kehadiran Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita akan meninjau beberapa posko-posko pengungsian, posko kesehatan dan dapur umum sekaligus penyerahan bantuan kepada korban banjir dan longsor.

Sementara Menteri BUMN RI Rini Soamarno akan bertolak ke salah satu lokasi infrastruktur jembatan yang rusak berat di kawasan Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara dan akan meninjau langsung desa Abu Sakim Kabupaten Bengkulu Tengah. (Rian-Media Center Pemprov Bengkulu).


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 2 =