9 Desember 2020 Ditetapkan Hari Libur Nasional, Pemprov Bengkulu Ajak Masyarakat Gunakan Hak Suara

Published by APS on

Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 sebagai Hari Libur Nasional.

Terkait Kepres Nomor 22 Tahun 2020 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Supran mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk berperan serta langsung dalam pesta demokrasi nanti.

“Saya fikir ini merupakan kegiatan yang sangat bagus di mana sosialisasi dalam rangka untuk meningkatkan partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember yang akan datang. Kenapa sosialisasi ini sangat penting, karena ini menentukan pemimpin kita untuk lima tahun kedepan. Artinya memang harus terus kita sosialisasikan secara masif,” ungkap Supran usai mengikuti sosialisasi “Ayo Memilih” yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu (01/12/12) di Taman Wisata Mangrove Bhadrika.

Supran mengajak masyarakat provinsi Bengkulu menggunakan hak suaranya dengan benar. “Tidak ada alasan lagi untuk masyarakat tidak menggunakan hak suaranya. Dengan ditetapkan sebagai hari libur nasional, saya mengimbau untuk seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu dapat peduli akan pentingnya satu suara demi mendapatkan pemimpin yang amanah dan bisa mengayomi sesuai pilihan rakyat sendiri,” jelasnya.

Sementara Komisioner KPU Provinsi Bengkulu Devisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Darlinsyah, menyampaikan peran media massa sangatlah menentukan pilihan masyarakat.

“Kita tahu di masa pandemi saat ini, seluruh Paslon Kepala dan Wakil Kepala Daerah dibatasi untuk mengkampanyekan dirinya langsung ke masyarakat. Bahkan, masih ada masyakat kita yang belum mengetahui siapa-siapa saja calon yang akan memimpin daerahnya,” kata Darlinsyah.

Darlinsyah pun mengajak langsung kepada seluruh Media Massa untuk membantu mensosialisasikan dengan cara membuat berita yang bersifat netral agar masyarakat tidak ikut tergiring opini politik yang tidak benar.

“Inilah peran media, masyarakat bisa mengakses informasi perkembangan politik saat ini dengan tetap dirumah saja, tanpa harus turun kelapangan. Bagaimanapun, tugas kita nantinya bukan berakhir di 9 Desember saja, tetapi kita semua akan mengontrol kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, seperti temuan kluster baru yang sangat sebetulnya tidak kita harapkan nantinya. Mudah-mudahan sinergisitas seluruh elemen bisa ikut bekerja sama dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − 8 =