Aksi Census Night BPS Bengkulu bersama Pemprov Sasar Tunawisma di Kota Bengkulu

Published by kominfo news on

Plt Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Supran bersama Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal dan Tim Task Force Sensus Penduduk 2020 Provinsi Bengkulu melakukan aksi turun ke lapangan melakukan kegiatan Census Night, Selasa malam (15/9).

Census Night merupakan tindak lanjut Surat Sekretaris Umum BPS RI Nomor: B-408/BPS/2000/08/2020, yang mana dilakukan serentak oleh BPS se-Indonesia mendata penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal tetap.

Dikatakan Supran, Census Night merupakan metode yang sangat tepat untuk melengkapi data kependudukan. “Masih banyaknya penduduk kita di Kota Bengkulu yang belum terdata dalam sensus penduduk 2020. Maka, dengan dilakukan pendataan di malam hari, kita bisa menemukan tunawisma yang sedang beristirahat di tempat yang dipakai untuk tinggal sementara,” ungkap Supran.

Supran juga menyebutkan Pemprov Bengkulu mendukung penuh kegiatan Census Night agar pelaksanaan sensus penduduk ini menghasilkan one data (satu data) kependudukan yang valid dan terverifikasi. Sehingga, sekaligus menjadi solusi data untuk membantu penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam masa pandemi Covid-19.

“Harapan kita bersama bisa mendapatkan data yang valid dan terverifikasi. Dan apabila nantinya ditemukan beberapa kendala, nantinya akan menjadi bahan masukan kepada pemerintah daerah agar dapat menentukan kebijakan-kebijakan dalam membantu masyarakat,” jelas Supran.

Win Rizal selaku Kepala BPS Provinsi Bengkulu juga menyampaikan bahwa Census Night tak hanya pencacahan untuk tunawisma saja, namun juga untuk awak kapal.

“Penelusuran kita juga disasarkan kepada awak kapal di daerah Pulau Baai. Jika selama ini, pencacahan dilakukan oleh petugas sensus biasa dengan sasaran penduduk yang memiliki tempat tinggal, tapi kali ini dilakukan khusus untuk penduduk yang tidak memiliki tempat tinggal,” kata Rizal.

Rizal menyebutkan kegiatan ini mulai pukul 21.00 sampai 06.00 pagi dengan rute pertama yakni Dermaga Pulau Baai, lalu dilanjutkan penyisiran tunawisma di pinggiran jalan Kota Bengkulu.

“Seperti tunawisma dan awak kapal ini, mereka tetap harus disensus lantaran juga merupakan penduduk Indonesia. Dan jika nantinya ditemukan tunawisma yang tidak memiliki identitas, tim force kita akan tetap mencatat sebagai data dari sensus penduduk september 2020,” pungkasnya.

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − fifteen =