BPJS Apresiasi Pemda se-Bengkulu: Terima Kasih, UHC Tembus 99,45%! 2,1 Juta Warga Tercover JKN-KIS

Published by Isan Haicing on

BENGKULU, – Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan KC Bengkulu, Ricco Hanggara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Pemerintah Daerah se-Provinsi Bengkulu atas dukungan penuh dalam menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Apresiasi itu disampaikan seiring capaian Universal Health Coverage (UHC) Provinsi Bengkulu yang tembus 99,45% per 1 Oktober 2026. Capaian tersebut membuat 10 daerah se-Bengkulu diganjar UHC Awards 2026 di Jakarta, 27 Januari 2026.

“Atas nama BPJS Kesehatan, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah se-Provinsi Bengkulu atas dukungan dalam program JKN-KIS. Capaian 99,45% ini adalah hasil kerja kolaborasi luar biasa,” ujar Ricco.

2,1 Juta Warga Tercover, Kota Bengkulu Tertinggi 101,67%

Berdasarkan data Semester I 2026 yang dipaparkan Ricco, jumlah penduduk Provinsi Bengkulu sebanyak 2.169.170 jiwa*, dan yang telah terdaftar JKN sebanyak *2.157.279 jiwa.

Rinciannya:

  • Kota Bengkulu 418.217 peserta (101,67%) – tertinggi
  • Bengkulu Tengah 130.290 (100,42%)
  • Bengkulu Selatan 178.593 (99,53%)
  • Seluma 215.946 (98,80%)
  • Muko-Muko 208.041 (98,77%)
  • Kaur 136.327 (98,51%)
  • Bengkulu Utara 311.915 (98,85%)
  • Kepahiang 152.519 (98,95%)
  • Lebong 116.191 (98,38%)
  • Rejang Lebong 289.240 (98,63%)

Komposisi segmen: PBI-APBN 1.085.107 (50%), PBI-APBD 376.362 (17,4%), PPU 482.000 (22,2%), PBPU 168.468 (7,8%), BP 45.342 (2,1%).

Ricco juga memaparkan tantangan ke depan. Keaktifan peserta baru 87,5% dengan 1.898.051 aktif dan 271.119 non-aktif.

“PR kita bersama adalah 271 ribu peserta non-aktif. Keaktifan tertinggi Kota Bengkulu 93,9%, terendah Rejang Lebong 81,2%. Ini yang harus kita kejar,” jelasnya.

Untuk itu, Ricco sangat mengapresiasi langkah Gubernur H. Helmi Hasan dan Wakil Gubernur H. Mian yang menerbitkan Surat Edaran tentang Optimalisasi Program JKN.

“Kami menyambut baik SE Gubernur Bengkulu tentang Optimalisasi Program JKN. Ini komitmen luar biasa. Poin pertama mengalokasikan 100% penerimaan pajak rokok senilai Rp 164.157.276.472 untuk JKN, ini bukti nyata Pemprov menjadikan Kesehatan Rakyat sebagai Prioritas Utama,” kata Ricco.

“Poin-poin lainnya juga sangat membantu BPJS Kesehatan: Fasyankes wajib lengkapi sarana, penuhi janji layanan, dan yang paling penting, jika ada warga kartunya tidak aktif atau belum punya, keluarga dan Fasyankes segera koordinasi ke Dinkes agar kartu bisa langsung aktif. Ditambah pelayanan ramah tanpa diskriminasi,” sambungnya.

“Dengan semangat Jaminan Kesehatan untuk Semua, Sehat Bersama Menuju Bengkulu yang Lebih Baik, kami yakin Bengkulu bisa mencapai keaktifan 100%. BPJS Kesehatan KC Bengkulu dan KC Curup siap bersinergi dengan Dinkes Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk mempercepat aktivasi 271 ribu peserta non-aktif tersebut,” tutup Ricco.

Dengan total 1.338.508 jiwa (61,71%) peserta BPJS yang iurannya ditanggung pemerintah (PBI JK + PBPU Pemda), tertinggi di Seluma 69,29% dan Kaur 67,17%, dukungan Pemda se-Bengkulu menjadi kunci keberlanjutan UHC.

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *