FKUB Bengkulu: Stop Gaduh di Tengah Wabah Covid-19

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Sikapi merebaknya virus Corona atau Covid-19 di Bengkulu, tokoh agama, tokoh adat serta organisasi lintas agama sepakat bersatu bersama pemerintah melawan Corona.
Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan terbatas Gubernur Bengkulu bersama Organisasi/Lembaga Keagamaan dan Adat Provinsi Bengkulu, dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid 19 di Provinsi Bengkulu di Gedung Daerah, Jumat, (10/9).
Mereka sepakat untuk membantu pemerintah dalam upaya mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus Corona di tengah masyarakat.
Sekretaris MUI Provinsi Bengkulu, Dani Hamdani menegaskan pentingnya kebersamaan dan keterpaduan seluruh elemen dalam mencegah dan mengatasi masalah virus corona ini.
Tinggalkan dan hilangkan kepentingan elite politik dan kelompok, karena dengan adanya  pertentangan akan semakin meresahkan masyarakat.
“Kita semua punya kewenangan, tugas dan fungsi masing-masing, mari kita dukung tupoksi masing-masing dan tidak saling menyalahkan namun saling membackup dan saling bersinergi sehingga permasalahan Covid-19 ini dapat cepat diselesaikan,” tegasnya.
Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bengkulu Mukhtaridi Baijuri, menekankan pentingnya kebersamaan dalam mengatasi permasalahan Covid -19 ini. Menurutnya, semua elemen hendaknya bersatu membantu pemerintah untuk mengatasi persoalan virus Corona dengan menjaga ketenangan dan kenyamanan bersama.
“Walaupun Provinsi Bengkulu masuk dalam zona merah, namun kondisi kita masih stabil. Untuk itu kita harus terus menjaga dan mendukung kondisi Bengkulu ini yang tenang, damai sehingga kita tetap dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan kita masing-masing dengan tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah dalam mengantisipasi Covid -19,” ujar Mukhtaridi Baijuri.
Para tokoh masyrakat, pemuka adat dan organisasi lintas agama juga sepakat menolak berita -berita negatif yang dapat memperkeruh suasana dan membuat kepanikan ditengah masyarakat terkait wabah Corona.
“Kepada media massa, bagaimana media dapat mengedukasi dan menenangkan masyarakat bukan dengan berita-berita yang provokatif yang justru akan memecah belah sehingga kewenangannya menjadi tidak efektif,” tegas Dani.
Pernyataan senada juga disampaikan Ketua BMA Provinsi Bengkulu S. Effendi berharap media massa dapat memberikan informasi yang baik guna menenangkan masyarakat serta  dapat memberikan optimis kepada masyarakat dalam menghadapi wabah Corona ini.
Anggota Forum Masyarakat Peduli Covid-19 Provinsi Bengkulu ini mengimbau kepada seluruh pihak agar dapat menahan diri dulu dan hendaknya fokus dalam upaya mengatasi masalah virus Corona secara bersama-sama.
“Kepada semua pihak saya ‘angkek tabik’ menyembah, mohon untuk menahan diri dulu. Berilah kecerahan, edukasi dan peguatan kepada masyarakat. Saya mohon sekali tinggalkan dulu yang lain-lain. Mari kita hadapi masalah ini bersama-sama agar persoalan Covid-19 dapat segera diatasi,” pintanya.
Sementara Jauharin, Bendahara PW Muhammadiyah Bengkulu meminta kepada media massa agar tidak memberitakan simpang siur terkait Covid-19 dan kepada masyarakat dirinya meminta agar dapat bijak dalam memilah informasi yang beredar di media massa.
“Jangan dibenturkan antar media satu dengan media yang lain, jangan benturkan pemerintah yang satu dengan pemerintah yang lain.  Kita adalah warga Bengkulu yang cinta damai, cinta keamanan, cinta perdamaian dan semoga Allah memberikan kepada kita dalam menghadapi ancaman virus Corona ini,” sampai Jauharin.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berharap para pemuka agama, pemuka adat maupun organisasi masyarakat dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat dengan bahasa yang baik, santun  dan bukan untuk dibenturkan dengan berbagai kepentingan yang tidak menenangkan masyarakat.
“Saya berharap tokoh agama, tokoh adat dapat membantu mencerdaskan masyarkat, kita membela Bengkulu ini agar Bumi Rafflesia ini tetap kondusif,” tutur Gubernur Rohidin. (MC diskominfotikprovbkl)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 11 =