Gubernur Rohidin Hadiri Cap Gomeh di Kampung Cina

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menghadiri acara Cap Gomeh, di kawasan Kampung Cina, Kota Bengkulu, Sabtu (8/2/2020) malam.

Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Bengkulu ini dalam rangka menjadi narasumber edisi khusus Cap Gomeh Perayaan Tahun Baru Imlek 2571 tahun 2020.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua dan pengurus PSTMI Provinsi Bengkulu, unsur Forkompinda Provinsi, Direktur Bank Bengkulu serta beberapa Kepala OPD dilingkup Pemprov Bengkulu.

Talk show yang disiarkan langsung oleh salahsatu stasion Televisi Swasta di Bengkulu ini mengetengahkan tema peran masyarakat Tionghoa dalam pembangunan di Provinsi Bengkulu.

Dalam penjelasannya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, peran masyarakat Tionghoa di Provinsi Bengkulu sudah terasa sejak dahulu kala sebelum Indonesia merdeka.

Di Provinsi Bengkulu, sebut Gubernur, peran masyarkat Tionghoa sudah terlihat saat zaman pengasingan Bung Karo ( Ir. Soekarno, Presiden pertama RI ) di Bengkulu, masyarakat Tionghoa telah menunjukan perannya dengan ikut membantu perjuangan Bung Karno dengan menyediakan rumah untuk kediaman Bung Karno di Bengkulu.

“Jadi hubungan dan kebersamaan masyarakat Tiongho yang ada di Bengkulu dengan pemerintah maupun tokoh-tokoh masyarakat Bengkulu sejak jaman penjajahan dulu memang sudah baik,” sebut Gubernur Rohidin.

Selain itu, kata Gubernur Rohidin, peran masyarakat Tionghoa di Bengkulu hampir disemua sisi, bukan hanya pada sisi ekonomi saja namun juga pada sisi sosial kemasyarakatan seperti membantu BNNP Bengkulu dengan membangun Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba.

Sebagai bentuk kepedulian pemerintah atas keberadaan masyarakat Tionghoa yang ada di Provinsi Bengkulu, sebut Gubernur Rohidin, kawasan Kampung Cina ini akan ditata menjadi kawasan pariwisata dan pusat ekonomi masyarakat.

Gubernur juga berpesan, agar keberagaman etnis dan suku yang ada di Provinsi Bengkulu ini hendaknya tetap dijaga dan dibangun keharmonisannya.

“Kita harus betul- betul membangun harmonisasi, membangun kebersamaan sebagai keluarga besar masyarakat Bengkulu. Sehingga, jangan lagi ada etnis tertentu yang merasa terpinggirkan dan tidak diperhatikan, tapi sesungguhnya kita pada posisi yang sama. Saya bertanggungjawab penuh untuk memberikan perlindungan, rasa aman punya kebudayaan dan kreasi-kreasi. Seni budaya kita angkat bersama kepermukaan untuk memperkaya khasanah budaya kita,” pungkasnya.

Ketua PSMTI Provinsi Bengkulu Bebby Hussy mengatakan, saat ini ada sekitar 3000 Marga Tionghoa yang ada di Provinsi Bengkulu.

PSMTI berkomitmen untuk ikut berperan dalam pembangunan di Provinsi Bengkulu baik dari segi kebudayaan maupun segi sosial kemasyarakatan.

Dirinya bersama dengan Marga Tionghoa yang ada di Bengkulu akan siap menyumbangkan tenaga dan fikirannya bagi kemajuan Provinsi Bengkulu ini dengan terus bersinergi kepada pemerintah daerah maupun kepada kelompok masyarakat lainnya yang ada di Provinsi Bengkulu ini.

“Masyarakat Tionghoa akan senantiasa membantu masyarakat Bengkulu dalam bidang sosial,” kata Bebby dengan singkat.

Sebagai bentuk nyata ikut berpartisipasi dalam pembangunan, secara tegas Bebby Hussy mengatakan dirinya bersama masyarakat Tionghoa akan menabung di Bank Bengkulu.(ipul)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + 16 =