Gubernur Rohidin Mersyah Temui Massa yang Menggelar Aksi di Depan Kantor Gubernur

Published by APS on

Di tengah aktivitas kesibukannya sebagai Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah masih mau mendengarkan aspirasi dan merangkul Organisasi Pemuda Pancasila (PP) Kota Bengkulu yang menyampaikan aspirasi terkait aktivitas PT. TLB (Tenaga Listrik Bengkulu) di Teluk Sepang, Senin (7/9) di halaman kantor Gubernur.

Gubernur Rohidin menjelaskan, hingga sekarang Pemprov masih menunggu hasil audit yang dilakukan tim dari Kementerian ESDM. Pada beberapa waktu lalu, juga disampaikan selain pelaporan hasil audit kelayakannya, dilampirkan juga rekomendasi teknologi pengolahan limbah apa yang sesuai dan ramah terhadap lingkungan.

“Posisi PLTU sampai sekarang belum beroperasi, sekarang masih tahap audit internal dari sisi ekonomi, lingkungan dan sosial oleh Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM. Saya juga meminta kepada pak Irjen, dalam pelaporan nanti juga dilampirkan terkait teknologi yang digunakan untuk pengolahan limbah dan dipastikan betul benar-benar aman bagi lingkungan masyarakat,” jelas Rohidin saat ditemui seusai pertemuan dengan PP.

Lebih lanjut Rohidin menjelaskan, usai hasil audit internal ESDM keluar, PLTU tidak serta merta diizinkan beroperasi. Namun, ada tahapan selanjutnya yaitu pihak PLTU diharuskan melaksanakan audit lingkungan dari lembaga independen. Kemudian setelah kedua hasil di komparasi, baru Pemprov dapat mengambil kebijakan apakah layak beroperasi atau bagaimana keberlanjutannya.

“Jika hasil audit nanti keluar, hasil tersebut belum menjadi acuan utama saya sebagai Gubernur dalam mengambil kebijakan. Selanjutnya, PLTU diharuskan melakukan audit lingkungan menggunakan lembaga independen, artinya bukan dari pemerintah. Jika hasilnya keluar, akan di komparasi dengan hasil audit internal dan baru hasilnya akan menjadi dasar tindakan apa selanjutnya terkait dengan keberlanjutan atau beroperasinya PT. TLB PLTU Pulau Baai,”

Terakhir, menurut Rohidin point yang paling utama adalah jaminan bagi semua masyarakat, bahwa kehadiran PLTU tidak memberikan berdampak buruk, seperti mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas kesehatan masyarakat, serta memiliki nilai ekonomis. Jika PLTU tidak dapat memenuhi syarat ini, PLTU dilarang beroperasi.

“Dipastikan pointnya, harus ekonomis, memberikan dampak bagi masyarakat sekitar, dan yang paling penting tidak mencemari lingkungan serta tidak mengakibatkan turunnya kualitas kesehatan masyarakat. Semua ini point penting, jika tidak ada jaminan semua aman, dipastikan PLTU tidak dapat beroperasi,” tegas Rohidin.

Sementara, perwakilan aksi Deno Andeska mengatakan beberapa tuntutan telah didengarkan dan disampaikan oleh Gubernur, ke depan tinggal menunggu hasilnya. Yang jelas, kita menginginkan hasil terbaik untuk masyarakat, agar tidak merusak lingkungan dan mempengaruhi kesehatan.

“Terimakasih kepada pak Gubernur sudah menerima kami dengan hangat dan berdiskusi terkait beberapa tuntutan kami (Pemuda Pancasila), beliau menjelaskan persoalan PLTU dalam tahap sedang dilakukan audit lingkungan oleh pihak ESDM. Beliau memastikan terkait izin operasional PLTU, yang diutamakan adalah kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat. Jika tidak aman, beliau menegaskan PLTU tidak mendapatkan izin beroperasi,” ucap Deno.

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + 17 =