Gubernur Rohidin Rangsang Gairah Petani Agar Terus Berproduksi

Published by TD on

Bengkuluprov – Tokoh utama produsen pangan yang menjadi kebutuhan primer masyarakat adalah petani. Pemerintah pun diamanatkan untuk menjaga stabilitas harga pangan, demi melindungi pendapatan dan daya beli petani.

Ketika sektor ini ‘dipukul’ pandemi, Pemerintah Provinsi Bengkulu mencoba melakukan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan, sehingga produktivitasnya tak lumpuh.

“Kita membeli beberapa komoditas pertanian dengan harga normal. Harga normal ini artinya nilai yang disesuaikan agar petani bisa melakukan produksi lagi, jangan sampai merugi di saat pandemi seperti saat ini,” kata Gubernur Rohidin Mersyah saat mengunjungi lahan pertanian di Kabupaten Rejang Lebong, Jumat 8 Mei 2020.

Pemprov Bengkulu, kata Rohidin, tidak mungkin membeli seluruh hasil pertanian. Karena itu, gerakan membeli dan mengkonsumsi produk hasil pertanian lokal bisa diterapkan Pemda Kabupaten Kota maupun Badan Usaha Milik Negara yang ada di daerah, serta seluruh lapisan masyarakat.

“Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang miliki lahan yang subur dan petani-petani yang ulung. Hasil panennya juga berkualitas. Beberapa jenis sayuran ini kita beli dan akan kita salurkan kepada masyarakat dengan target khusus,” terang Rohidin.

Dalam kesempatan yang sama, Andi, petani cabai di Desa Air Merah Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong mengatakan kebijakan gubernur itu membangkitkan gairahnya untuk kembali bertanam usai panen. Cabai merah pada tingkat petani saat ini hanya dihargai 5 hingga 7 ribu saja perkilonya. Dengan harga serendah itu, ongkos produksinya tidak tertutupi alias merugi.

“Bagaimana kita bisa menutupi biaya produksi. Modalnya lebih dari itu. Dari tanam dan perawatan, hingga upah buruh tani yang harus kita bayarkan. Saya merasa terbantu dengan kebijakan ini, dan kami petani kembali bersemangat untuk tanam kembali,” ucap Andi di kebun cabainya saat dikunjungi Gubernur.

Untuk diketahui, saat itu Pemprov Bengkulu membeli berbagai sayuran dengan total mencapai 6 ton. Sayuran termasuk cabai itu kemudian di-packing dan diserahkan untuk masyarakat dan beberapa komunitas yang dinilai rentan, sebagai bantuan sosial. Dari jumlah tersebut, setidaknya 2500 paket sayuran bakal didistribusikan.

Selain hasil pertanian, Pemprov Bengkulu juga melakukan gerakan tersebut pada petani tambak serta peternak. 4 ton ikan dari petani perikanan budidaya di Suro Ilir Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang, dibagikan untuk 4 ribu keluarga di Rejang Lebong dan Kepahiang.

(MC Diskominfotikprov)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − eight =