Kunjungi Rumah Bung Karno Di Bengkulu, Puan Maharani Dorong Perbaikan Situs Sejarah

Published by TD on

Kominfonews.(16/5) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Puan Maharani ungkapkan rasa bangga, bisa kembali hadir di Bengkulu. Menurutnya, Bengkulu merupakan tempat bersejarah berdirinya Republik Indonesia. Mengunjungi rumah Bung Karno saat pengasingan di Bengkulu, dirinya mendorong perbaikan dan perawatan situs sejarah.

“Ini Pak Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Red) mau berkontribusi, mau membantu pemeliharaan semua hal yang berkaitan dengan Bu Fatmawati dan Bung Karno di Bengkulu. Boleh saja hal-hal yang menjadi sejarah itu dipertahankan tapi jangan kelihatan kusam,” tutur Puan saat pembukaan Lasenas (Lawatan Sejarah Nasional) di Bengkulu, Senin (15 Mei 2017).

Menjaga sejarah, kata putri Presiden Indonesia ke-5 ini, bukan hanya pada fisik saja, namun terdapat nilai yang terkandung dalam sejarah itu sendiri. Sehingga, bangsa dengan generasi-generasi berikutnya bisa melihat dan memahami perjalanan sejarah secara utuh.

Saat itu, Puan Maharani sempat berkeliling dan bercuci muka di sumur yang terletak di belakang rumah pengasingan Sukarno. Sumur itu masih menggunakan katrol timba manual. Dengan di dampingi Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu Lily Ridwan Mukti dan Mendikbud Muhajir Efendi, cucu sang Proklamator menuturkan, apa yang tersaji dan ditampilkan di rumah pengasingan Bung Karno saat ini masih sangat minim, sehingga perlu ada pembenahan dan penyempurnaan.

“Karena itu saya meminta kepada Pak Mendikbud untuk bisa mempelajari dan mencari lagi barang-barang yang berkaitan dengan sejarah tersebut, sehingga setiap orang yang datang ke sini, bisa tahu dan memahami bagaimana sejarah itu dulunya,” ungkap Puan usai mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno yang terletak di Jalan Anggut Kota Bengkulu.

Bengkulu adalah kampung halaman bagi Menko Puan. Tempat lahir Fatmawati sang penjahit bendera pusaka merah putih, yang merupakan nenek Puan Maharani. “Sebagai cucu dari Sukarno dan Fatmawati, juga sebagai Menko yang saat ini ditugaskan berkaitan dengan bidang kesejahteraan, tentu saja merupakan kebanggan bagi saya untuk bisa kembali hadir di Bengkulu,” kata Puan dengan bercerita mengajak anaknya untuk melihat keindahan Bengkulu juga sejarah-sejarahnya.

Sementara itu, Mendikbud Muhajir menerangkan, lawatan sejarah tahun ini digelar di Bengkulu untuk mengajak peserta mengarungi lorong waktu sejarah. Bengkulu memiliki monumen sekaligus tempat-tempat bersejarah. Termasuk perjalanan sejarah Bung Karno hingga bertemu Fatmawati, dan sejarah-sejarah lain.

“Kita harapkan anak-anak diajarkan merekontruksi sejarah bangsanya, agar tumbuh semangat dan kebanggaan sebagai anak Indonesia,” papar Muhajir Efendi.

Kehadiran Mendikbud dan Menko PMK di Bengkulu, menurut Wakil Gubernur Rohidin Mersyah merupakan momentum yang tepat. Pasalnya, Provinsi Bengkulu hingga saat ini terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui potensi wisata. Potensi wisata sejarah, di provinsi dengan 525 kilometer panjang garis pantai itu, dipercaya mampu memberikan rangsangan ekonomi untuk masyarakat.

“Kehadiran Pak Mendikbud dalam lawatan sejarah ini tentu sangat tepat, ditambah lagi kehadiran Menko Puan yang merupakan cucu Fatmawati, tentu mempunyai keterpanggilan khusus. Bagaimana mengangkat sejarah di Bengkulu di level nasional, dan bisa menjadikan sumberdaya ekonomi bagi masyarakat,” ucap Rohidin. (Jamal-Media Cennter Pemprov)

 


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 − 2 =