Mess Pemda Opsi Terakhir Ruang Isolasi Covid 19

Published by kominfo news on

Bengkulu – Menanggapi adanya penolakan dari warga Kelurahan Malabero terkait akan dijadikan Mess Pemda Provinsi Bengkulu yang berada kawasan Kelurahan Malabero, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan, lokasi tersebut belum tentu digunakan.

Gubernur Rohidin berharap semua lokasi yang akan dijadikan tempat isolasi bagi ODP maupun PDP Covid-19 tidak jadi digunakan.

Karena jika lokasi tersebut digunakan, maka secara otomatis artinya kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu semakin banyak.

“Itu belum tentu akan dipakai. Ada beberapa lokasi yang sudah kita siapkan. pertama di Badan Diklat Asrama Haji, LPMP, Bapelkes dan terakhir Mess Pemda. Kita berharap itu tidak digunakan. Kita berharap wabah Corona ini segera tuntas dan berakhir,” tutur Gubernur Rohidin, saat di Gedung Pola Provinsi Bengkulu, Kamis (9/4).

Menurutnya, semua lokasi yang disiapkan itu hanyalah sebagai alternatif saja. Karena Pemerintah Provinsi telah menyiapkan gedung khusus untuk penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu dan saat ini saja belum digunakan.

“Kalau bisa rumah sakit tambahan, kita gunakan dulu rumah sakit tambahan tersebut. Kita sudah punya gedung yang difungsikan khusus untuk pasien Covid -19 sebanyak 70 kamar di Rumah Sakit M. Yunus. Sampai hari ini saja belum digunakan. Artinya Mess Pemda tersebut hanya rencana kesekian saja, jika Rumah Sakit tak lagi bisa menampung pasien,” tegasnya.

Seperti diberitakan oleh media massa, adanya penolakan warga Kelurahan Malabero jika Mess Pemda dijadikan tempat karantina ODP dan PDP Covid-19 dikarenakan, lokasi tersebut berdekatan dengan rumah warga serta Mess Pemda tersebut sering dijadikan tempat bermain anak-anak. (saipul).

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 3 =