Momentum HUT ke-49 Provinsi Bengkulu, Kenang Perjuangan Fatmawati Soekarno

Published by kominfo news on

Kominfonews (20/11). Pemda Provinsi Bengkulu menggelar acara syukuran di rumah ibu negara pertama Indonesia, Fatmawati yang berlokasi di Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu, Minggu (19/11).

Acara yang digelar dalam rangka HUT ke-49 Provinsi Bengkulu ini juga dihadiri anak Bung Karno Sukmawati dan keluarga Ibu Fatmawati.

Tampak hadir dalam acara tersebut, pejabat dan kepala OPD Provinsi, unsur Forkompinda Provinsi Bengkulu, Badan Musyawarah Adat  (BMA) Kota Bengkuu, serta anggota DPD RI Ahmad Kanedi.

Acara syukuran ini, dikemas dengan  makan sepagi  (makan bersama dengan menu makanan khas Bengkulu yang dihidangkan diatas lantai) serta mengenang masa lalu.

Dalam sesi mengenang masa lalu, Sukmawati Soekarno Putri  memperagakan saat ibundanya (Fatmawati Soekarno) menjahit bendera pusaka merah putih.

Dalam kesempatan itu, Sukmawati Soekarno menyampaikan tentang sosok ibundanya Fatmawati, dalam hal sandang, pangan serta keahlianya menjahit.

Dimana, sebut Sumawati, ibundanya sangat perhatian dalam hal penampilan dan pandai dalam hal memasak.

“Secara  fashion, ibu saya  (Fatmawati Soekarno; red)  sangat populer dengan  sebutan kerudung  Fatmawati,  dan  menurut saya, itu stylenya ibu negara, yang sangat khas ditampilkan oleh ibu saya dengan anggunnya,” sebut Sukmawati Soekarno.

Begitupun dalam hal memasak, dirinya menilai ibundanya sangat pandai memasak makanan khas Bengkulu, seperti Bagar Hiu dan Ikan Pais.

Kemahiran menjahit ibundanya, sebut Sukmawati lagi,  hingga mampu menjahit bendera pusaka merah putih, diperoleh ibundanya saat masih duduk di bangku sekolah.

Untuk itulah, sebagai rasa cinta terhadap ibundanya dan tanah kelahirannya ini, dirinya berencana ingin membuat film layar lebar tentang Fatmawati Soekarno.

“Kita sedang berencana untuk mengangkat cerita ibu Fatmawati ke layar lebar,” sampainya.

Disamping itu, dalam penilaiannya, Bengkulu masih ada yang perlu dibenahi, khususnya terkait dalam hal menjaga dan meletarikan peninggalan sejarah.

“Saya lihat tidak ada lagi rumah panggung di dalam kota ini,  peninggalan yang dulu-dulu. Rumah panggung itu bagus loh,  dan perlu dilestarikan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Rohidin Mersyah mengatakan, bukan budaya saja yang mesti dilakukan, tapi perlu dilestarikan dan dijaga nilai sejarah yang ada, agar nilai budaya lokal Bengkuu tidak hilang.

“Bagaimanapun juga nilai sejarah itu sangat tinggi dalam  membangun peradaban. Karena disana terkandung nilai silaturahmi, nilai sopan santun dan etika, penghargaan terhadap leluhur dan itu sangat penting,” tutur Plt Gubernur Rohidin Mersyah.

Sebagai salah satu wujud penghargaan itu, sebutnya, dengan membangun silaturahmi dengan keluarga para pahlawan kita, seperti dengan keluarga Fatmawati Soekarno ini. (Saipul-Media Center, Humas Pemprov Bengkulu).


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 1 =