Nelayan Tradisional Dukung Pemerintah Beri Bantuan Alat Tangkap Ramah Lingkungan untuk Nelayan Trawl

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Setelah sebelumnya menemui nelayan pengguna alat tangkap trawl dan berdialog bersama untuk mencari jalan tengah, kali ini Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menemui langsung nelayan tradisional Desa Pasar Palik Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara, Kamis (4/3/2021).

Ketua Aliansi Nelayan Tradisional Bengkulu (ANTB) Wilayah Bengkulu Utara Rusman menjelaskan para nelayan tradisonal tidak ingin kembali terjadi keributan antar nelayan tradisional dan nelayan trawl. Para nelayan tradisional menginginkan agar trawl tidak lagi digunakan dan menggantinya dengan alat tangkap yang diperbolehkan.

Nelayan tradisional siap memberi solusi dan menampung jika para ABK kapal trawl ingin berhenti dan bergabung dengan nelayan tradisional. Selain itu mereka mempersilahkan pemerintah menganggarkan bantuan alat tangkap bagi nelayan trawl agar mereka mau beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan.

“Silahkan pak Gubernur programkan untuk penggantian alat tangkap dari APBD maupun APBN. Kami rela nelayan tradisional tidak mendapatkan bantuan juga asal mereka mau berubah,” ujar Rusman.

Pada dialog bersama para nelayan tradisional, Gubernur Rohidin memastikan bahwa penggunaan alat tangkap trawl tidak diperbolehkan sebagaimana aturan perundang – undangan yang berlaku. Gubernur pun meminta nelayan yang masih menggunakan trawl untuk dapat mengganti trawlnya dengan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

“Kepada teman – teman yang masih menggunakan alat tangkap trawl, sekali lagi untuk menghindari penggunaan alat tangkap itu, karena itu betul – betul melanggar peraturan perundang – undya minta kepada aparat penegak hukum ini secara tegas menegakkan aturan sebagaimana diamanatkan oleh undang – undang,” tegas Gubernur Rohidin.

Ia juga mengajak para nelayan baik nelayan tradisional maupun trawl untuk menjaga kodusifitas dengan tetap tenang dan tidak mudah terpancing dengan hal – hal yang dapat menimbulkan keributan antar sesama nelayan Bengkulu.

“Saya mengharap betul dengan para nelayan, untuk menjaga keamanan ketika melaut dan jangan menggunakan hal – hal yang tidak kita inginkan, apalagi sampai ada persiapan untuk bentrok antar nelayan itu betul harus kita hindari,” minta Gubernur Rohidin. (mcprovbkl)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + 5 =