Optimalkan Ketersediaan dan Keamanan Pangan Asal Hewan, Gubernur Rohidin Imbau PDHI Perkuat Eksistensi

Published by kominfo news on

Jawa Barat- Ketersediaan pangan asal hewan yang halal dan sehat, penanganan dan pencegahan penyakit, isu hewan kesayangan dan hewan langka menjadi salah satu tantangan utama bagi Perhimpunan Dokter Herwan Indonesia (PDHI) di era industri 4.0.

Hal ini disampaikan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, saat hadir dan menjadi keynote speaker pada Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) PDHI 2020, di Villa Erema Bogor, Jawa Barat, Jum’at (14/02). Mukernas ini bertajuk Penguatan Organisasi dan Finansial Organisasi Menuju PDHI Maju dan Modern.

“Jadi PDHI harus benar-benar menunjukkan eksistensinya agar lebih dikenal dan lebih diperhitungkan oleh pemerintah dan masyarakat,” Jelas Gubernur Rohidin.

Selain itu lanjut Gubernur Rohidin, PDHI juga diharapkan mampu menjadi organisasi yang kritis yang didasari ilmu pengetahuan, data valid dan kepentingan orang banyak serta sifat kreatif dan komunikatif dalam menyumbangkan berbagai solusi.

“Ini juga harus menjadi perhatian bagi anggota PDHI di seluruh daerah, supaya terus bersinergi dan berkomuniasi aktif dengan pemerintah pusat. Sehingga jika terjadi permasalahan terkait hewan ternak dan lainnya, PDHI bisa berperan sebagai garda terdepan,” lanjut Rohidin Mersyah, lulusan terbaik ITB ini.

Sementara itu, Gubernur Rohidin Mersyah juga menyampaikan PDHI harus mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menunjang eksistensinya. Gubernur memberikan contoh dalam pengedaan stok daging halal, devisa kita banyak tersedot untuk impor.

“Maka dari itu kita harus memikirkan program cara untuk meningkatkan populasi sapi. Selama ini pintu masuk impor sapi belum satu pintu, dan ini membuat “cost” nya menjadi mahal dalam hal pengawasan, perawatan dan pengiriman,” pungkasnya.

Terkait sekelumit hal tersebut, Gubernur Rohidin menawarkan Bengkulu sebagai pintu masuk livestock sapi di pelabuhan pulau Baai Bengkulu, karena Bengkulu yang strategis dengan garis pantai sepanjang 524 km mempunyai pelabuhan yang sangat potensial dengan area yang luas. (MC diskominfotikprovbkl)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − 12 =