Pantau Lokasi Pencarian Korban Pembunuhan, Gubernur Rohidin: Ini Menjadi Pelajaran Agar Kita Lebih Waspada

Published by TD on

Bengkuluprov – Kasus pembunuhan salah seorang mahasiswa Bengkulu yang jasadnya dihanyutkan di aliran sungai bendungan PLTA Musi Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, pada rabu malam, jelas menyita perhatian banyak pihak, termasuk keprihatinan dari Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Atas kejadian tersebut, Gubernur Rohidin didampingi Wakil Bupati (Wabup) Bengkulu Tengah Septi Peryadi, Kadis Kominfotik Provinsi Bengkulu Jaduliwan, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar, Kadis Sosial Provinsi Bengkulu Iskandar ZO, Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri, dan Kasatpol PP Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar, memantau langsung ke lokasi pencarian korban, di kawasan aliran sungai Susup-Lubuk Puar, Jum’at (22/05).

Gubernur Rohidin menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas meninggalnya WA (22) pemuda asal Pino Bengkulu Selatan ini. 
Menurutnya kejadian ini menjadi pelajaran agar kita harus lebih waspada dalam bergaul serta mengutamakan keselamatan saat berada di manapun itu berada.

“Memang pencarian jenazah dalam kondisi arus sungai cukup deras membutuhkan kesabaran dan membutuhkan peran serta dari semua. Dan ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ungkap Gubernur Rohidin usai memantau lokasi pencarian. 

Hal senada juga disampaikan Wabup Bengkulu Tengah Septi Peryadi. Dikatakannya, musibah tenggelam seperti ini memang sering terjadi dalam setiap tahunnya. Karenanya, masyarakat diimbau untuk tetap waspada ketika berada di sekitaran sungai, apalagi dalam kondisi musim hujan saat ini. “Jadi kita harapkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati,” imbau Septi Peryadi.

Tidak berselang beberapa menit usai Gubernur Rohidin dan rombongan melakukan peninjauan, korban dikabarkan berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian. Petugas gabungan menemukan mayat Seorang mahasiswa asal Bengkulu inisial WA (22), korban ditemukan di aliran sungai bendungan PLTA Musi Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (22/5/2020).

Kepala Badan SAR Nasional, melalui Humas Mega Masyilva membenarkan, jajarannya bersama petugas lain berhasil menemukan korban yang sebelumnya dilaporkan dibunuh dan dibuang kedalam sungai, Rabu (20/5/2020) sekira pukul 20.00 WIB. Dari informasi dihimpun, saat ini korban tengah menjalani pemeriksaan atau otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu. (Rian-Fredy)


0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + five =