Pelabuhan Pulau Baai Beranda Sumatera

Dipublikasikan oleh TD pada

Kominfonews (23/11/17). Keberadaan Pelabuhan Pulau Baai mampu menjadi pintu gerbang Sumatera, hal ini disampaikan Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat memberikan kata sambuta pada Workshop Terbuka Kementerian BUMN, Rabu (22/11).

Dalam sambutannya Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menjelaskan bahwa walaupun Bengkulu merupakan Provinsi yang kecil dengan penduduk 1,8 Juta dan terkesan dari di sisi geografis agak terisolasi dengan Provinsi–Provinsi tetangga namun Bengkulu memiliki Pelabuhan Pulau Baai.

“Kita mempunya Pulau Baai yang menjadi “berandanya” Sumatera, menjadi pintu gerbangnya Sumatera karena berada di Samudra Indonesia hingga mampu mengurangi kepadatan arus pelayaran Selat Malaka,” jelas Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Plt. Gubernur Rohidin Mersyah juga menambahkan melalui kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno ke Bengkulu mampu mengembangkan keberadaan Pelabuhan Pulau Baai. Sebagaimana keinginan untuk menggerakkan Bengkulu menjadi bagian yang tidak terpisahakan dari Republik ini.

“Harapan kedepan Bengkulu juga bisa berkontribusi sebagaimana BUMN berkontribusi untuk Indonesia negeri tercinta ini,” harap Rohidin Mersyah.

Terkait dengan Kelurahan Kampung Sejahtera karena sekitar 11,8 Hektar masuk kedalam wilayah otoritas penguasaan BUMD Pelindo. Sesuai perintah lisan Pak Presiden Joko Widodo saat kunjungannya beberapa waktu lalu, telah memerintahkan untuk melepaskan kepada masyarakat agar menjadi satu kelurahan yang utuh.

Namun masyarakat masih bingung dengan kejelasannya sebab 11,8 Hektar ini masih dibawah otoritasnya Pelindo II, hingga masyarakat beberapa kali melakukan Demo untuk menuntut kejelasannya.

“Kami berharap kira–kira bagaimana solusi terbaik agar betul–betul perkampungan ini bisa kita lokalisir, karena kampung ini sesungguhnya sudah berada jauh lebih dulu daripada keberadaan Pulau Baai,” harap Rohidin Mersyah.

Sehingga dengan kedatangan Menteri BUMN ini mempu menyelesaikan permasalahan tersebut akan menjadi kado ulang tahun ke 49 Provinsi Bengkulu.

Workshop Terbuka Kementerian BUMN ini sendiri di moderatori oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementrian BUMN RI, Fajar Harry Sampurno, dengan dua narasumber Rektor Universitas Bengkulu Ridwan Nurazi dan Pemred Bisnis Indonesia Arief Budisusilo, yang diantaranya membahas Transformasi BUMN. Selain itu juga dilakukan pemberian apresiasi kepada BUMN terpilih yang diserahkan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. (Morecka–Media Center, Humas Pemprov Bengkulu)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 − 3 =