Pemprov Bengkulu Dukung Peluang Usaha Ikan Hias

Published by APS on

Ikan cupang yang merupakan salah satu jenis ikan hias memiliki potensi pasar yang cukup besar, beberapa daerah di Indonesia telah mengembangkan peluang usaha ini. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan melirik peluang ini sebagai salah satu upaya mengdongkrak pertumbuhan ekonomi di Bumi Rafflesia.

“Ikan cupang ini memiliki pasar eksport yang cukup besar. Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan dan Sulawesi sudah memanfaatkan peluang pasar ini untuk meraih devisa negara, ini akan sangat berpotensi mengdongkrak ekonomi bila diterapkan pula di Bengkulu,” ujar Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Dr. Anzori Tawakal, ST. M.Si, saat membuka Pemeran Aquatic dan Kontes Nasional Ikan Cupang 2020 yang memeperebutkan piala Gubernur Bengkulu, bertempat di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu, Sabtu (19/9).

Beliau menambahkan, gagasan program budidaya ikan hias tidak akan sulit direalisasikan di Bengkulu mengingat letak geografis dan bentang alam yang sangat mendukung.

“Daerah kita ini terdiri dari tujuh wilayah pesisir dan wilayah daratnya ada tiga. Kita punya laut, punya sungai dan danau semua itu berpotensi sebagai tempat pengembangan berbagai jenis ikan hias, termasuk diantaranya ikan cupang,” yakin Anzori.

Untuk diketahui, ikan dengan nama latin Betta ini memang berukuran kecil, namun mampu menarik minat pecinta ikan hias dengan karakteristiknya yang unik dan cantik, khususnya pada bagian ekor yang berbentuk seperti kipas. Dengan perawatan yang benar, ikan cupang bisa hidup 3 sampai 5 tahun. Nilai jualnya berada di kisaran Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah perekor.

Agung Karim, sebagai dewan juri sekaligus Sekretaris Asosiasi Betta Indonenesia memaparkan, kreteria penilaian ikan cupang terdiri dari keindahan bentuk, keunikan warna sisik dan ekor.

“Penilaian kontes ikan ini layaknya kontes kecantikan, yang dinilai bentuk ekor, bentuk body, siripnya harus bagus, warnanya juga akan menjadi penentu apakah ikan tersebut bisa menjadi pemenang atau tidak,” jelasnya.

Kontes ikan cupang sendiri akan berlangsung selama dua hari Sabtu dan Minggu, 19-20 September 2020 dan diikuti ratusan peserta termasuk diantaranya dari Komunitas Ikan Cupang Bumi Rafflesia (KICBR) maupun peserta dari provinsi tetangga dan luar pulau. Selain kontes, event ini juga menggelar pameran diantaranya ada ikan lohan dan aquascape.

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =