Perdana di Bengkulu, Video Mapping The Story of Fort Marlborough Hipnotis Penonton

Published by kominfo news on


Bengkuluprov – Lebih dari seabad, aksi heroik menentang penjajahan masih terus berlanjut bahkan sampai Jepang juga menduduki tanah air namun pada akhirnya perjuangan rakyat Bengkulu membuahkan hasil, bendera Merah Putih Berkibar, proklamasi dikumandangkan dan Indonesia Mereka!
Itulah konklusi naratif video mapping The Story Of Fort Marlborough hasil garapan seniman Uvisual yang manpu hipnotis para penonton dengan sempurna. Pertunjukan ini merupakan rangkaian dari Bencoolen Internasional Marine Festival 2019.
Sebagai pertunjukan pertama kali di Bengkulu, video mapping ini terbilang sukses karena antusias masyarakat cukup luar biasa. Kendati dengan lokasi yang terbilang sempit, tidak menyurutkan semangat para penonton walaupun harus berdesak-desakan.
“Ini di luar dari espektasi kami, antusias penonton luar biasa, mereka takjub dengan video mapping sebagai karya seni multinedia di era melinial ini ,” kata Tubagus Andre Sukmana, Kepala Subdirektorat Seni Media, Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di plataran pintu masuk Fort Marborough Bengkulu, 28/09.
Tentu ini, kata Andre, jadi pertimbangan ke depan bila di Bengkulu akan diadakan lagi pertunjukan video mapping, mungkin pilihannya di tempat yang lebih luas sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat lebih banyak lagi. “Terimakasih bapak Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah serta jajaran pemda Bengkulu yang sudah memfasilitasi dan mendukung kegiatan ini,” tutup Andre.
Sementara Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang dalam hal ini diwakili oleh Plh Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri menyampaikan juga ungkapan rasa terimakasih pada pihak Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang memberikan kesempatan Bengkulu sebagai lokasi pertunjukan video mapping tahun ini.
Sebagai sebuah hasil karya seni yang baru populer saat ini, lanjut Plh Sekda, pertunjukan video mapping sangat membanggakan buat pemerintah karena baru pertama kali di Bengkulu. Tentu ini akan jadi triger tumbuh kembangnya anak-anak muda Bengkulu terinspirasi dari tim seniman Uvisual.
Andri Pahrulroji sebagai Creative Head proyek ini menyampaikan pengalamannya terkait pertunjukan pertama di Bengkulu. “Kami merasa puas dan menemukan keunikan di sini. Dalam waktu singkat, seniman Uvisual bisa berkolaborasi dengan kesenian lokal Bengkulu, dan dapat menampilkan musik tradisional Dol Bengkulu sebelum pertunjukan dimulai,” kata Andri.
Untuk diketahui, baru-baru ini, karya seniman Uvisual ini berhasil lolos 19 besar pada ajang 1 menit Projection Mapping Competition 2019 di Odawara Castle Japan. Selain itu, Uvisual juga pernah menggarap Momumen Perjuangan Jawa Barat Bandung pada tahun 2016, Jogja Video Mapping Festival 2018 dan banyak lagi. (mc diskominfotikprovbkl)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 − 2 =