Perjuangkan Kesejahteraan GTT dan PTT, Gubernur Rohidin Diapresiasi Masyarakat

Published by kominfo news on

Bengkuluprov – Masyarakat mengapresiasi upaya Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam memperjuangkan kesejahteraan Guru honorer serta pegawai tidak tetap.
Dimana, Gubernur Rohidin dinilai telah mampu menaikkan kesejahteraan para guru honorer maupun pegawai tidak tetap yang selama ini belum begitu diperhatikan.
Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Desa Lubuk Bento Kecamatan Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko Eka Nurmalasari. Menurutnya, semua program yang disampaikan Gubernur  ingin memajukan Provinsi Bengkulu secara umum dan terkhusus ingin mengangkat kesejahteraan tenaga kerja, sehingga Provinsi Bengkulu dapat setara dengan Provinsi lain.
“Kami berterima kasih atas kunjungan Gubernur ke desa kami ini, kami sangat apresiasi  atas program yang disampaikan beliau tadi untuk mensejahterakan para guru honorer. Semoga semua program yang bapak Gubernur lakukan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kami sangat mendukung program yang bapak Gubernur lakukan,” ungkapnya, yang ikut mendengar program  Gubernur Rohidin saat melakukan pertemuan dengan Guru honorer dan pegawai tidak tetap, di halaman Balai Desa Lubuk Bento, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Senin  (16/12/2019).
Titi Sumarni, salah seorang Guru honorer GTT di SMA Negeri 15 Desa Lubuk Bento merasa bangga dan semangat atas perjuangan Gubernur Rohidin terhadap kesejahteraan  para GTT dan PTT dengan menaikkan honor mereka serta mengangkat mereka menjadi pegawai tetap.
Disamping itu, dirinya menilai apa yang lakukan  gubernur itu dengan tulus ikhlas sehingga terasa  sangat menyentuh hati mereka.
“Kami disini guru-guru  GTT dan PTT sangat bangga dan mendukung program Gubernur, karena beliau menyampaikannya dengan hati sehingga terasa dihati kami ini. Kami lebih semangat lagi dengan apa yang dilakukan oleh gubernur untuk memperjuangkan kesejahteraan kami ini. Terima kasih pak Gubernur,” sebut Titi Sumarni, yang telah mengabdi sebagai GTT selama 6 tahun.
Sebelumnya, dalam pertemuannya dengan para guru honorer dan pegawai tidak tetap, Gubernur Rohidin Mersyah   menegaskan,  apa yang dilakukannya untuk menaikkan kesejahteraan para buruh dan tenaga honorer semata-mata sebagai bentuk tanggungjawabnya dalam menjalankan undang-undang Ketenagakerjaan.
“Ini bukan soal pak Rohidin  dengan guru honorer, terlalu kecil persoalan itu . Ini soal kepatuhan seorang kepala daerah terhadap undang-undang Ketenagakerjaan,” tegas Gubernur Rohidin.
Implemetasi dari kepatuhannya sebagai kepala daerah dalam mematuhi undang-undang Ketenagakerjaan itu dibuktikannya dengan menyetujui kenaikan upah minimum kabupaten mulai tahun 2020 nanti.
Disamping itu dirinya juga menaikkan kesejahteraan para tenaga honorer, para guru honorer dan pegawai tidak tetap dilingkup pemerintah Provinsi Bengkulu dengan menaikkan honor mereka serta memberikan perlindungan ketenagakerjaan kepada para buruh dan pegawai honorer.
“Untuk membangun Bengkulu bukan saja aspek infrastruktur dan kelembagaan saja, namun perlu juga pemberlakuan undang undang Ketenagakerjaan,” ungkapnya.(MC diskominfotikprovbkl)

Categories: Berita

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − eleven =